Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ribuan Wisatawan Padati Tradisi Tahunan Pulung Langse, Makam Ki Ageng Balak Ditarget Rp250 Juta per Tahun

Iwan Kawul • Senin, 5 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Tradisi tahunan Pulung Langse dipadati ribuan wisatawan.
Tradisi tahunan Pulung Langse dipadati ribuan wisatawan.

SOLOBALAPAN.COM, SUKOHARJO -- Ribuan wisatawan tampak memadati tradisi tahunan Pulung Langse.

Diketahui, tradisi Pulung Langse diselenggarakan di Komplek Pemakaman Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari.

Tradisi Pulung Langse yang rutin digelar setiap tahun untuk mengganti kelambu atau Langse penutup makam Ki Ageng Balak itu digelar pada Minggu, 4 Agustus 2024.

Tradisi Pulung Langse rutin digelar setiap tahun pada minggu keempat bulan Sura atau Muharram.

Menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo Setyo Aji Nugroho, tradisi Pulung Langse merupakan warisan adat yang sudah digelar turun temurun dari generasi ke generasi.

"Tradisi ini merupakan penggantian langse, yakni kelambu yang digunakan sebagai penutup makam Ki Ageng Balak," kata Aji, Minggu (4/8).

Kata dia, tradisi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak merupakan sebuah peristiwa budaya yang memperkuat kearifan lokal dan kebersamaan masyarakat Sukoharjo.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai adat masih dijaga dan dilestarikan di Kabupaten Sukoharjo.

"Ini terselenggara berkat kerjasama antara pengelola, pemerintah dan para peziarah," katanya.

Pantauan koran ini, tradisi Pulung Langse dimeriahkan dengan kirab seni budaya dan gunungan hasil bumi. Gunungan, setelah ritual doa-doa kemudian diperebutkan oleh masyarakat.

Makam Ki Ageng Balak menjadi salah satu objek wisata ziarah yang diandalkan Pemkab Sukoharjo.

Baca Juga: Positif Narkoba, Marisa Putri Mahasiswi 21 Tahun di Pekanbaru Seret IRT Sejauh 5 Meter hingga Tewas

Pengunjung yang datang ke Makam Ki Ageng Balak berasal dari berbagai daerah yang beragam.

Keberadaan objek wisata ziarah ini diharapkan mampu memberikan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat sekitar.

Sebab banyaknya wisatawan yang datang juga berpengaruh besar pada roda perekonomian masyarakat.

Masyarakat bisa berusaha dengan menjual produk makanan, minuman dan oleh oleh untuk wisatawan.

"Wisata ziarah Makam Ki Ageng Balak juga berpengaruh sebagai sumber pendapatan daerah Sukoharjo. Sebab setiap wisatawan yang masuk juga ditarik retribusi. Makam Ki Ageng Balak ditarget PAD Rp 250 juta pertahun," pungkasnya. (kwl/lz)

Editor : Laila Zakiya
#Makam Ki Ageng Balak #sukoharjo #Tradisi Tahunan #Pulung Langse