SOLOBALAPAN.COM – Sate Kere menjadi salah satu kuliner yang menjadi daya tarik khas di Kota Solo.
Wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo yang juga dijuluki sebagai Kota Bengawan ini pasti tak akan melewatkan sensasi memakan hidangan Sate Kere.
Diburu para wisatawan, Sate Kere rupanya punya sejarahnya sendiri sehingga hidangan satu ini masuk menjadi jajaran kuliner legendaris.
Perlu diketahui, Sate kere dahulunya merupakan makanan masyarakat pribumi di masa penjajahan Belanda yang diciptakan oleh kaum pribumi kalangan menengah ke bawah.
Hal itu disebabkan karena bahan baku pembuatan sate yaitu daging memiliki harga yang cukup tinggi.
Sehingga penduduk pribumi mengganti bahan baku sate itu menggunakan ampas tahu atau yang sering disebut gembus.
Maka dari itu sate ini disebut dengan sate kere.
Hidangan ini terbuat dari ampas sisa pembuatan tempe yang direndam dalam bumbu bacem kemudian dibakar diatas api seperti sate pada umumnya.
Namun sekarang, sate kere telah menjadi makanan yang patut dicoba oleh wisatawan yang berkunjung ke Solo.
Karena rasanya yang lezat, menu ini menjadi makanan incaran seluruh kalangan masyarakat.
Salah satu sate kere yang terkenal di Solo adalah Sate Kere Yu Rebi yang berada di Jl. Kebangkitan Nasional, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.
Sate Kere Yu Rebi ini juga membuka cabang di Gladak, di salah satu shelter kuliner wisata malam.
Sate Kere Yu Rebi memiliki beberapa pilihan menu selain sate gembus.
Ada sate daging, sate usus/iso, sate babat, sate paru, sate ginjal, sate torpedo, sate kikil, sate tempe kedelai.
Kemudian dalam seporsi sate akan dituangkan bumbu kacang peda yang kental.
Sate Kere Yu Rebi ini sudah berjualan sejak tahun 1965 dengan berkeliling.
Kemudian di tahun 1995 Yu Rebi memilih untuk menjajakan dagangannya dengan menetap.
Dalam seporsi hidangan, Yu Rebi menyajikan piring berisi 10 tusuk sate.
Campuran sate kere dan jeroan di beri harga Rp 37.000 dan untuk sate kere (gembus) diberi harga Rp 20.000.
Untuk menikmati Sate Kere Yu Rebi, anda dapat mengunjungi warungnya mulai pukul 11.00-20.00 WIB. (mgn/taza)
Editor : Laila Zakiya