SOLOBALAPAN.COM, SOLO - Kasus bentrok yang melibatkan oknum pendekar silat baik dengan sesama pendekar atau dengan masyarakat belakangan sering terjadi di wilayah Karesidenan Surakarta.
Kasus bentrok di wilayah Surakarta yang melibatkan oknum pendekar silat itu mendapatkan atensi dari pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah.
IPSI Jawa Tengah mengimbau para perguruan untuk mengeluarkan anggota yang melakukan hal di luar kewajaran.
Apalagi jika ditemukan anggota yang sampai melanggar hukum, seperti kasus yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Karanganyar.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua IPSI Jateng, Harry Nuryanto disela-sela pengukuhan Pengurus IPSI Solo.
Ia mengaku mendengar banyak keluhan soal bentrok yang dilakukan oleh sejumlah oknum pendekar silat.
Terlebih kebanyakan dari kasus bentrok itu dilakukan oleh anggota yang masih baru bergabung.
"Dimana memang mereka ini masih labil, kekanak-kanakan. Sehingga terkadang pemicu pertikaian ini karena masalah sepele, menjadi besar.," kata Harry Nuryanto.
"Kurang dewasa dalam menyikapi sesuatu. Kalau yang sudah senior, atau bahkan Atlet akan berfikir dua kali untuk terlibat pada pertikaian," ujarnya.
Harry juga berharap para pengurus perguruan silat tak memilih untuk tutup mata atau melindungi anggotanya yang melakukan kesalahan.
"Jadi kami harap peguruan untuk menindak tegas apabila ada anggotanya yang bertindak di luar kewajaran, apalagi hingga melanggar hukum. Untuk dikeluarkan dari perguruan yang ada," tegas Harry.
Harry mengatakan pihaknya memang tidak bisa 100 persen mengawasi ulah para oknum pendekar ini.
Sehingga para pengurus perguraan yang memiliki kewajiban untuk mengawasi para anggotanya.
"Kita terus meminimalisir gesekan tersebut, salahsatunya dengan cara kita memasukkan seluruh perguruan yang ada. Kita kumpulkan menjadi satu wadah, agar kita ini menjadi saudara, dan ketika ada masalah bisa diselesaikan bersama," pungkasnya.
Di sisi lain, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi menuturkan bahwa pihaknya menerjunkan 170 personil jelang pengesahan anggota salah satu perguruan silat diwilayah Karanganyar Kamis (1/8).
"Jadi anggota ini kita untuk menyekat apabila ada anggota lain yang tidak ada kaitannya dengan acara pengesahan tersebut," kata Iwan.
Beberapa titik yang akan dijaga aparat kepolian antara lain dikawasan Ringroad, Jembatan Jurug dan Mojo.
"Jadi perlu dipahami, bahwa langkah penyekatan in tujuanya bukan melarang. Namun meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan. Semisal ada warga yang merasa terganggu, kemudian bisa memicu bentrok, ini yang tidak kita inginkan," ujarnya.
"Sehingga kehadiran kami ingin memastikan, apa yang menjadi acara teman-taman ini bisa terlaksana dengan baik, aman dan lancar. Tidak ternodai dengan hal-hal yang yang bisa mengganggu kennyaman, hingga menimbulkan antipati di masyarakat. Ini yang kita cegah bersama," Imbuh Iwan.
Iwan mengatakan penyekatan dilakukan kepada anggota-anggota yang tidak mengikuti acara pengesahan tersebut.
Sebab selama ini mereka yang diduga memancing kericuhan.
"Dari beberapa kali penyekatan yang kita lakukan, para pengombyong ini yang malah memicu pelanggaran tersebut," ujarnya.
Sehinga, Iwan berharap, bagi anggota yang tidak ada kepentingan pada acara tersebut untuk tetap berada di rumah.
"Kami paham, ini acara setahun sekali. Ingin memberikan selamat dan sebagainya. Itu bisa diberikan dilain kesempatan. Jangan sampai kita terpaksa melakukan tindakan kepolisian," jelas Iwan. (atn/lz)
Editor : Laila Zakiya