SOLOBALAPAN.COM - Seorang remaja berinisial AHD (16) asal Kecamatan Ngemplak ditemukan meninggal dunia di rumah neneknya yang terletak di Dusun Grasak RT 03 RW 05, Desa Kismoyo, pada Selasa (30/7) sekitar pukul 17.30.
Keluarga merasa kematian AHD tidak wajar dan mendesak dilakukan autopsi. Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial sebelum akhirnya postingan terkait dihapus.
Jasad AHD, yang merupakan warga Dusun Genengan RT 03 RW 05 Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, saat ini sedang diautopsi di RS dr Moewardi Solo untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Hingga kini, penyebab kematian masih belum dapat dipastikan.
"Kami berharap hari ini (31/7) dokter forensik bisa memeriksa jenazahnya. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik," ujar Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta kepada Jawa Pos Radar Solo.
Selain itu, Kasi Humas Polres Boyolali, Arif Mudi Prihantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan hasil autopsi akan menjadi kunci untuk mengetahui penyebab kematian.
"Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Saat ini, kami masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian," jelas Arif pada Rabu (31/7).
Arif juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! SPBU Colomadu Karanganyar Alami Kebakaran, Begini Kondisi Lengkapnya!
Dia menegaskan bahwa penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan.
"Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah hasil autopsi keluar dan penyelidikan kami selesai," tambahnya.
Pihak keluarga berharap hasil autopsi dapat segera diketahui untuk mengungkap kebenaran di balik kematian AHD yang mendadak ini.
Mereka juga berharap masyarakat tidak menyebarkan spekulasi yang dapat menambah beban keluarga yang tengah berduka. (rgl)
Editor : Nindia Aprilia