SOLOBALAPAN.COM, SUKOHARJO -- Tradisi tahunan Pulung Langse yang rutin digelar setiap tahun bakal digelar di Komplek Pemakaman Ki Ageng Balak di Desa Mertan.
Tradisi Pulung Langse digelar untuk mengganti kelambu atau Langse penutup makan Ki Ageng Balak.
Menurut Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo Agus Eka, tradisi Pulung Langse bakal digelar pada Minggu, 4 Agustus 2024 pagi.
Gelaran Pulung Langse itu akan dimulai dengan Kirab Budaya.
"Tradisi ini merupakan salah satu agenda tahunan, digelar setiap setiap tahun pada minggu keempat bulan Sura/Muharam," kata Agus Eka, Selasa (30/7).
Tradisi Pulung Langse merupakan warisan budaya adat yang turun temurun dari generasi ke generasi.
Kegiatan ini merupakan penggantian langse, yakni kelambu yang digunakan sebagai penutup makam Ki Ageng Balak.
"Tradi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak merupakan sebuah peristiwa budaya yang memperkuat kearifan lokal dan kebersamaan masyarakat Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai adat masih dijaga dan dilestarikan di Kabupaten Sukoharjo," kata Agus Eka.
Lebih lanjut dikatakan Agus Eka, kirab sendiri akan dimeriahkan dengan tari-tari tradisional dan gunungan. Nantinya, gunungan akan diperebutkan oleh masyarakat.
"Bupati Sukoharjo Etik Suryani diagendakan akan hadir dalam tradisi itu," pungkasnya.
Makam Ki Ageng Balak menjadi salah satu objek wisata ziarah yang diandalkan Pemkab Sukoharjo.
Pengunjung yang ingin menyaksikan tradisi tahunan Pulung Langse datang dari berbagai daerah.
Keberadaan objek wisata ziarah ini diharapkan mampu memberikan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat sekitar.
Dengan banyaknya wisatawan yang datang, roda perekonomian masyarakat diharapkan bisa terdampak dengan pengaruh besar.
Sejumlah warga sekitar bisa membuka usaha dengan menjual produk makanan, minuman serta oleh-oleh untuk para wisatawan yang hadir.
Wisata ziarah Makam Kiai Balak juga berpengaruh sebagai sumber pendapatan daerah Sukoharjo. Sebab setiap wisatawan yang masuk juga ditarik retribusi. (kwl/lz)
Editor : Laila Zakiya