SOLOBALAPAN.COM - Bak kisah malin kundang, seorang anak berusia 32 tahun nekat menganiaya ibu kandungnya di Kampung Mutihan, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan.
JK (32), seorang pria di Laweyan itu tega mencekik dan memukul ibu kandungnya karena perkara tak diberi uang Rp150 ribu.
Bahkan JK juga nyaris membacok ibu kandungnya sendiri karena tak diberikan uang Rp150 ribu tersebut.
Walaupun berakhir dengan damai, namun kasus penganiayaan anak kepada ibu kandungnya ini ditangani oleh Polresta Surakarta.
Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo mengaku awalnya mendapati laporan adanya penganiayaan terhadap S (56), yang merupakan warga Laweyan Solo.
"Dimana warga setempat sempat berusaha melerai aksi tersebut namun kewalahan. Terlebih pelaku hilang kontrol karena membawa Sajam berupa celurit, sehingga menginformasikan kepada Tim Sparta perihal kejadian tersebut," kata Arfian Riski Dwi Wibowo.
Polisi mengatakan bahwa pada saat tiba di lokasi, keramaian sisa cekcok antara anggota keluarga itu masih terjadi.
Polisi menemukan fakta bahwa pelaku juga memberikan ancaman kepada ibu kandungnya.
Dari keterangan para saksi, pelaku sempat terlihat mencekik korban dan memukul pelipis kanan ibunya itu.
Ia juga mengancam ibu kandungnya dengan menggunakan celurit.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar pada pelipis sebelah kanan akibat pukulan oleh pelaku," terangnya.
Sebanyak 3 buah senjata tajam berupa celurit dan 1 buah besi panjang disita pihak kepolisian sebagai barang bukti.
"Kemudian tim sparta mengamankan pelaku beserta barang bukti ke Mako Polresta Surakarta untuk menghindari amukan massa. Dan serahkan ke piket Sat Reskrim," ujar Arfian Riski Dwi Wibowo.
Dari pendalaman yang dilakukan oleh polisi, pelaku belum lama ini keluar dari pekerjaannya.
Sehingga, ia pun meminta uang kepada ibunya sebanyak Rp150 ribu yang tak dikabulkan oleh sang ibu.
"Jadi pelaku baru keluar dari pekerjaanya, kemudian korban sempat menjanjikan memberi uang Rp. 150 ribu. Saaat pelaku menagih, korban meminta pelaku untuk sabar. tapi pelaku malah marah," pungkasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya