SOLOBALAPAN.COM - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Tahun Baru 1446 Hijriyah, PLN UP3 Sukoharjo bersama Yayasan Baitul Maal (YBM PLN UP3) Sukoharjo mengadakan acara Khitanan Massal Gratis untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Acara ini berlangsung di halaman utama Kantor PLN ULP Grogol, Sukoharjo, pada Kamis, 11 Juli 2024.
Sebanyak 35 anak berusia 6-12 tahun dari berbagai wilayah, termasuk Sukoharjo dan Wonogiri, ikut serta dalam acara khitanan ini.
Kegiatan ini dilaksanakan pada awal bulan Muharram dan bertepatan dengan masa liburan sekolah.
Tujuan utama dari khitanan massal ini adalah untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa melaksanakan kewajiban mereka sebagai Muslim serta menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
Acara ini mengusung tema "Khitan Ceria Wujudkan Generasi Muda Bersih dan Sehat," dengan harapan dapat menciptakan generasi muda yang sholeh dan sehat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Manager PLN UP3 Sukoharjo, Aryta Wulandari; Direktur Utama SOLOPEDULI, Sidik Anshori; Kepala Desa Langenharjo, Sunarwan S.E; serta para pengurus YBM PLN UP3 Sukoharjo dan tenaga medis dari Klinik Ummat SOLOPEDULI.
Dalam sambutannya, Sunarwan mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UP3 Sukoharjo dan SOLOPEDULI atas penyelenggaraan acara khitan massal gratis ini.
"Semoga acara ini berjalan lancar dan anak-anak pulang dengan ceria," ujarnya.
Sidik Anshori menambahkan, "Khitan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dan disukai Allah karena menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Dengan khitan, orang tua turut berperan dalam mencegah penyakit pada anak-anak."
Manajer PLN UP3 Sukoharjo, Aryta Wulandari, mengungkapkan bahwa melalui khitanan, anak-anak dapat menyempurnakan fitrah mereka dan memasuki fase kedewasaan.
"Mari tingkatkan kesadaran bahwa khitan membantu anak-anak memiliki imun tubuh yang baik dan mencegah penyakit," ujarnya.
Untuk pelaksanaan khitan, disediakan empat bilik dan enam tempat tidur dengan bantuan delapan petugas medis, yang terdiri dari enam eksekutor khitan dan dua petugas pemberi obat. Setelah khitan, anak-anak diberikan obat untuk mempercepat pemulihan.
Anak-anak yang telah dikhitan pulang dengan ceria, mendapatkan uang saku, serta bingkisan untuk menambah dukungan dan semangat mereka. (nda)
Editor : Nindia Aprilia