SOLOBALAPAN.COM - Rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) KPU Kota Surakarta telah ditutup, Rabu (19/6) lalu. Dari 54 kelurahan di Solo, ada dua kelurahan yang tidak memenuhi target.
Anggota KPU Kota Surakarta, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM Yuly Yulianingrum membenarkan bahwa pendaftaran Pantarlih atau biasa disebut petugas Coklit (pencocokan dan penelitian) dilakukan 13-19 Juni.
Sampai ditutup pada Rabu malam pukul 24.00 dua kelurahan di Kecamatan Jebres tidak memenuhi kuota.
"Dua kelurahan itu Mojosongo dan Kelurahan Jebres," kata Yuly Yulianingrum Jumat (20/6).
Pada Pilkada 2024 lalu, sambung dia Kelurahan Mojosongo terdapat 78 TPS dan dibutuhkan 155 coklit. Kemudian Kelurahan Jebres terdapat 50 TPS dengan 99 petugas coklit.
Namun sampai Rabu (19/6) malam, hingga pendaftaran ditutup itu Mojosongo hanya 136 petugas. Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Jebres.
"Di Mojosongo kurang 19 petugas. Kalau Jebres itu kurang banyak dari 99 yang daftar hanya 33 orang," beber Yuly.
Melalui PPS setempat, KPU Kota Surakarta telah meminta bantuan Ketua RT/RW di dua kelurahan tersebut untuk menunjukkan warganya sebagai petugas coklit.
Pihaknya menargetkan, paling lambat 23 Juni petugas coklit harus sudah lengkap. Oleh sebab itu pihaknya pada Kamis (20/6) lalu KPU Surakarta menggelar bintek Pantarlih dan e-Coklit Pilkada 2024 di Haris Hotel Solo.
"Jadi Bintek kemarin petugas coklit belum lengkap. Tapi kami sudah minta tolong kepada RT/RW. Paling lambat 23 Juni, karena 24 sudah dilantik dan langsung bekerja," papar dia.
Ditanya perihal kendala perekrutan Pantarlih di dua kelurahan tersebut, KPU Kota Surakarta mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Namun menurutnya, memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti usia minimal 17 dan maksimal 55 tahun.
"Mungkin penghambat utama menguasai gadget Android 7 ya kemudian harus terampil menguasai aplikasi, karena semuanya tersistem melalui aplikasi. Kalau masalah honor saya pikir sama semua di Indonesia," ujarnya.
Terpisah, Ketua KPU Surakarta, Bambang Christianto mengatakan pencocokan data pemilih Pilkada 2024 dibutuhkan 1700 petugas Pantarlih. Petugas sejumlah itu akan melakukan coklit di 853 TPS di Kota Solo.
"Kamis kemarin kami lakukan pembekalan bersama PPK, PPS sama Pantarlih terkait tugas pokok dan e-coklit. Pelaksanaan coklit sendiri berlangsung 24 Juni sampai dengan 25 Juli, dan setiap seminggu sekali akan dilakukan pelaporan hasil coklit," tegas dia. (ves/did)
Baca Juga: Hunian Gaya Vertikal Kian Diminati di Solo Raya, Tren Bangun Rumah Pakai Jasa Arsitek Meningkat
Editor : Didi Agung Eko Purnomo