SOLOBALAPAN.COM - Dua gunungan berisi hasil bumi dan berbagai olahan makanan ludes diserbu warga dalam perayaan adat Hajad Dalem Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (18/6).
Warga mengaku antusias mengikuti kegiatan adat seperti ini karena dianggap mampu memberi keberkahan bagi masyarakat Jawa.
Sekilas tidak ada yang berbeda dalam Grebeg Besar kali ini jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sepasang gunungan yakni Jaler (pria) dan Estri (wanita) berisi pala kependem, pala kesimpar, dan pala gumantung dibuat oleh pihak keraton untuk diarak dari Keraton menuju ke Masjid Agung menarik perhatian ratusan warga untuk terlibat di dalamnya.
"Biasanya memang nonton kalau ada Grebeg - Gunungan seperti ini," kata Sularso, warga Kampung Soniten, Kelurahan Gajahan yang telah bersiap di Masjid Agung Surakarta.
Di Masjid Agung Surakarta, kedua gunungan itu didoakan oleh abdi dalen ulama. Tak lama setelah itu, Gungan Jaler langsung direbut oleh mayarakat yang sudah berkerumun di tempat itu.
Sementara Gunungan Estri kembali diarak ke arah keraton dan diperbutkan di depan Kori Kamandungan.
"Mumpung pulang ke Solo sekalian mampir lihat gunungan. Ini mengingatkan saya tentang kenangana masa kecil dulu," beber Dwi Utami warga Semarang yang mudik ke Solo saat Idul Adha ini.
Di dua lokasi itu, gungunan berisi hasil bumi dan sejumlah penganan itu ludes diserbu warga.
Dalam hitungan menit, gunungan yang diserbu warga baik di Masjid Agung maupun Kori Kamandungan itu ludes dalam hitungan menit. Warga rela berebuh agar dapar keberkahan dari isi gunungan yang mereka dapat.
"Dapat kacang panjang dan beberapa sayur mayur, mau dibawa pulang. Semoga berkah," kata Sumardi, warga Delanggu, Klaten itu.
Terpisah, Pengageng Parentah Keraton Solo KGPHA Dipokusumo mengatakan, Hajad Dalem Garebeg Besar Jimawal 1957 itu merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak era Kerajaan Demak hingga saat ini.
Upacara adat ini pun telah ditetapkan sebagai warisan cagar budaya tak benda peringkat nasional.
"Pelaksanaan Grebeg Besar kali ini tercermin 3 hal yakni pelestarian, pengembangan dan inovasi baru. Namun, tidak menghilangkan inti pelaksanaan yakni sebagai wujud syukur kepada Allah karena selalu diberi berkah, rahmat, hidayah serta inayah," pungkas dia. (ves/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo