SOLOBALAPAN.COM - Eks Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi diketahui juga turut ambil bagian dalam pengungkapan kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Temui sejumlah saksi dan keluarga korban, Dedi Mulyadi menyebut bahwa ada satu sosok yang bisa jadi penerang di kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Sosok yang dimaksud oleh Dedi Mulyadi adalah Ketua RT di kawasan kejadian.
Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi setelah pergi ke lapangan dan mengumpulkan keterangan terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Dedi Mulyadi menerangkan jika kasus pembunuhan Vina Cirebon dapat segera terungkap.
“Kesimpulan apa yang saya lakukan dari gang ke gang, wawancara dari tempat ke tempat, perlu satu minggu lagi, nanti siapa tahu bisa menjadi novum,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
Dedi lantas menilai jika salah satu kunci terungkapnya kasus yang kini jadi sorotan itu ada di sang Ketua RT.
“Salah satu kunci novum adalah pak ketua RT,” sambungnya.
Apalagi, keterangan Saka Tatal dan para saksi menyatakan jika pada saat kejadian pembunuhan Vina, mereka sedang berada di lokasi lain.
Keterangan banyak saksi dan terpidana yang kini sudah bebas itu tak sejalan dengan keterangan dari ketua RT yang sempat diungkap pada tahun 2016 lalu.
“Dalam pandangan saya, Pak Ketua RT itu yang menyatakan bahwa tidak nginap di rumah anaknya, atau rumah dia,” ucap Dedi Mulyadi.
Selain Saka Tatal dan para saksi, kelima terpidana yang kini masih berada di balik jeruji besi juga mengaku jika dirinya tak berada di lokasi pembunuhan.
“Seluruh saksi yang lain kan sudah nyabut (keterangan) tuh, kan sudah geser, karena ada dua saksi yang diarahkan penyidik,” jelasnya.
Dedi Mulyadi juga menyoroti pengakuan dari Liga Akbar, yang mengungkapkan jika dirinya sempat diarahkan oleh Iptu Rudiana untuk memberi keterangan tak sesuai fakta.
Menurutnya, keterangan tersebut menjadi salah satu fakta yang dapat membuktikan ketidakterlibatan para tersangka.
Sayangnya, hingga saat ini Dedi Mulyadi masih belum bisa menemui Ketua RT setempat. (LZ)
Editor : Laila Zakiya