Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kabar Baik! Tahun 2025 Penanganan Kasus Stunting di Kota Solo Mendapatkan Porsi Besar, Berikut Keterangan Wakil Wali Kota!

Silvester Kurniawan • Senin, 17 Juni 2024 | 17:00 WIB
Penanganan kasus stunting di Kota Solo.
Penanganan kasus stunting di Kota Solo.

SOLOBALAPAN.COM – Kasus stunting di Kota Solo belakangan ini menjadi sorotan karena banyaknya anak yang terjangkit penyakit tersebut.

Oleh karena itu beragam upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Solo guna mengatasi dan mencegahnya terjadi pada anak-anak lain.

Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa belum lama ini meninjau langsung pelaksanaan program Baby SPA dalam rangka intervensi penanganan stunting di Kota Surakarta pada 2024 ini.

Kedepan, program-program seperti ini dipastikan bakal dapat porsi yang lebih besar guna menekan angka risiko stunting yang jumlahnya cukup tinggi di Solo.

Dalam sesi wawancara dengan koran ini, Teguh memastikan keseriusan Pemerintah Kota Surakarta dalam penanganan stunting di Kota Surakarta.

Oleh sebab itu kedepan intervensi yang dilakukan pemerintah tidak hanya menyasar baita stunting saja, namun juga menyasar balita-balita dengan status rawan risiko stunting.

“Balita berisiko stunting di Solo ini masih sekitar 5.000 orang. Sejak Mei hingga 3-4 kedepan kita mulai penguatan gizinya dan program Baby SPA itu. Presentasenya baru 1/5 dari total bayi berisiko stunting itu. Maka 2025 pembahasannya akan dititik beratkan pada penanganan stunting di Kota Surakarta,” terang dia, Minggu (16/6).

Disinggung soal giat Baby SPA sebagai salah satu langkah dalam intervensi stunting di Kota Bengawan.

Teguh membenarkan bahwa upaya tersebut yang sebelumnya hanya dilakukan di Kecamatan Banjarsari saat ini sudah ada di kelima kecamatan di Solo.

Bahkan setiap kelurahan sudah menjalin kerjasama dengan Baby SPA yang ada di wilayah masing-masing.

Dari program yang sudah berjalan, Teguh melihat perkembangan signifikan dari sasaran penerima manfaat layanan Baby SPA yang disediakan oleh pemerintah itu.

“Hal-hal seperti ini yang kedepan akan diperbayak, selain pakai APBD, APBN, nanti CSR nya juga akan diperbanyak. Sembari melakukan itu, penangan kawasan kumuh, rumah tidak layak huni, dan kemiskinan juga akan dimaksimalkan,” terang Wawali.

Sekadar informasi, optimalisasi penanganan stunting di Kota Surakarta yang kian masih dalam beberapa bulan terakhir hingga beberapa bulan kedepan ini tidak lain karena mendapat gelontoran dana hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sebesar Rp 3,5 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk penguatan gizi pada balita, pelaksanaan kegiatan dapur sehat di setiap kelurahan hingga beberapa bulan kedepan, dan layanan Baby SPA di masing-masing wilayah.

“Mulai berjalan sejak Mei kemarin, ini sebagai upaya untuk menuju Zero Growth Stuning di 2024 ini,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarha Berencana Kota Surakarta, Purwanti belum lama ini. (ves)

Editor : Nindia Aprilia
#stunting #anak #solo #kasus #kota