SOLOBALAPAN.COM – Diduga terpeleset di kolam air yang mangkrak, seorang bocah di Sragen harus kehilangan nyawanya.
Diduga, bocah tersebut tewas mengenaskan karena tenggelam usai tercebur dalam kolam air.
Lokasi tenggelamnya bocah tersebut berada di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, tak jauh dari rest area Masaran di dukuh Sokowinatan Rt.7, Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran.
Informasi yang dihimpun, kejadian pada Minggu (2/6). Jenazah korban baru ditemukan sekitar pukul 19.30.
Identitas korban yakni BS (10), warga dukuh Kedusan, Desa Karangmalang. Jasadnya ditemukan di dalam kolam air, yang sejauh ini diketahui bukan untuk memelihara ikan.
Awalnya korban dikabarkan bermain menggunakan sepeda lipat di sekitar rumahnya. Namun hingga pukul 18.00 korban belum juga pulang.
Sehingga membuat orang tua korban khawatir dan berusaha mencari keberadaan korban.
Lalu sesampainya di sekitar kolam, warga melihat ada sepeda milik korban dan juga kaos milik korban yang ditaruh di sepeda tersebut.
Kemudian mereka menelusuri kolam air dan menemukan sandal jepit milik korban.
Kemudian warga berinisiatif masuk kedalam kolam untuk mencari keberadaan korban.
Akhirnya pukul 19.30 WIB, warga menemukan korban di dalam kolam tersebut, lantas jenazah korban dibawa ke pinggir kolam, baru setelah itu ibu korban EK (29), dihubungi warga.
Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Masaran untuk penangan lebih lanjut.
Terkait kejadian itu, Kasi Humas Polres Sragen Iptu Suyana mewakili Kapolres Sragen menyampaikan dari Polsek Masaran untuk segera menuju lokasi.
Kemudian tim koordinasi dengan Inafis Polres Sragen dan Puskesmas 2 Masaran. Lalu dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas masaran 2.
Pada tubuh korban didapati sejumlah Luka lecet pada mata kanan kiri, luka lecet pada leher, pipi kanan, punggung atas, pundak kanan, di dada tengah dan kiri, di kuping kiri, Bibir atas dan hidung mengeluarkan Ingus.
Kemudian penyerahan jenazah kepada keluarga korban dan diterima oleh Ibu kandung Korban.
”Sesesuai keterangan dari petugas puskesmas masaran 2, luka pada korban tersebut diatas tidak merupakan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya. (din)
Editor : Nindia Aprilia