Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Aliansi Gabungan BEM UNS dan Organisasi Mahasiswa Gelar Aksi Peringatan 26 Tahun Reformasi, Ini yang Mereka Tuntut

Fauziah Akmal • Selasa, 28 Mei 2024 | 03:39 WIB
Aksi demo yang dilakukan Aliansi gabungan BEM UNS dan organisasi mahasiswa  (27/5) sore.
Aksi demo yang dilakukan Aliansi gabungan BEM UNS dan organisasi mahasiswa (27/5) sore.

SOLOBALAPAN.COM - Aliansi gabungan BEM UNS dan organisasi mahasiswa menggelar aksi memperingati 26 tahun reformasi di levard UNS, Senin (27/5) sore.

Puluhan mahasiswa berjalan dari gedung perpustakaan menuju depan gedung rektorat dan berakhir di Boulevard dengan melantangkan seruan-seruan.

"Aksi ini menjadi refleksi setelah 26 tahun reformasi masih banyak represivitas kemudian demokrasi belum bisa berjalan dengan lancar dan masih banyak penindasan," ujar Koordinator aksi Prama Aditya.

Mahasiswa FISIP UNS tersebut menambahkan aksi sempat berhenti sejenak di depan rektorat untuk menyampaikan bahwa hari ini sedang tidak baik-baik saja agar bisa diperhatikan oleh jajaran rektorat.

"Bahwasanya mahasiswa juga akan tetap gerak dan akan tetap melawan penindasan dan mengawal demokrasi kita. Di peringatan reformasi ini jelas yang pertama kita mengawal demokrasi." jelasnya.

Ia menambahkan, "Kemudian yang kedua kami juga mengawal peristiwa pelanggaran HAM yang nyatanya Presiden Jokowi dengan janjinya pun tidak bisa menyelesaikan."

"Yang mana ini bisa menjadi refleksi biar presiden yang terpilih sekarang agar bisa mendalami walaupun ya kita pahami bahwasannya banyak isu yang presiden sekarang menunjukkan tersangkut," imbuhnya.

Selain itu, mereka menyoroti masalah biaya pendidikan yang kian mahal. Menurutnya, pemerintah harus menghadirkan pendidikan gratis.

"Pembukaan UU mengamanatkan pendidikan adalah hak bagi semua tanpa terkecuali artinya pemerintah harus mampu menghadirkan pendidikan gratis," tegasnya.

Ia menambahkan, "Namun kemarin yang disampaikan oleh Sekjen Kemendikbud beliau menyampaikan bahwasanya pendidikan ialah untuk masyarakat tersier."

"Nah ini kan sudah bertolak belakang dengan cita-cita demokrasi kita dengan cita-cita pembukaan undang-undang ini menjadi isu yang perlu kita kawal demokrasi kemudian HAM dan UKT," pungkasnya.  (zia/did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#kemendikbud #mahasiswa #BEM UNS #organisasi mahasiswa