Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Uang Puluhan Juta Hangus Terbakar, BI Ganti Uang Korban Kebakaran di Manahan, Ini Kronologi lengkapnya

Maulida Afifa Tri Fahyani • Senin, 20 Mei 2024 | 23:34 WIB
Bank Indonesia saat melakukan pers conference
Bank Indonesia saat melakukan pers conference

SOLOBALAPAN.COM - Musibah kebakaran yang terjadi di pemukiman bantaran rel Manahan, Jumat malam (17/5), meninggalkan perasaan lara bagi para korban.

Pasalnya, sembilan rumah beserta barang-barang ludes hampir tak bersisa.

Termasuk harta salah satu korban kebakaran, yaitu Hasanuddin. Sebagian besar uang tabungannya hangus, yang bernilai Rp 25 juta.

Sisa-sisa lembaran uang rusak dan gosong itu berhasil Hasanudin kumpulkan ke dalam kotak cokelat. Beruntung, Bank Indonesia menukar sebagian uangnya dengan uang baru.

Dengan total nilai sebesar Rp 2.911.000 yang berhasil diidentifikasi oleh BI.

Hasanudin menyebut, uang tersebut sejatinya menjadi tabungan yang dia dan anaknya kumpulkan sejak 2009 silam.

"Total ada sekira Rp 25 juta yang disimpan di rumah. Disimpan di tempat berbeda ada yang di lemari Rp 10 juta, kardus Rp 10 juta dan kotak Rp 5 juta,” katanya saat ditemui di kantor perwakilan Bank Indonesia Solo, Senin (20/5).

Meski dilanda kesedihan, Hasanudin mengaku bersyukur sebagian uangnya bisa ditukar oleh BI. Sejatinya uang tersebut biasa dia gunakan untuk memutar modal usaha angkringannya.

"Iya sudah lima tahunan mengumpulkan uang dari jualan angkringan. Kenapa tidak disimpan di bank, karena uang itu untuk perputaran modal jualan, biar gampang ambilnya,” jelasnya.

Sang putra, Muhammad Apriyanto mengatakan, sebagian uang tersebut sejatinya hendak dia tabungkan ke bank. Apa daya, musibah datang terlebih dulu. Apriyanto turut mengimbau, masyarakat untuk menyimpan uang di bank.

“Semoga kedepan tidak ada lagi korban, cukup saya saja, untuk masyarakat Solo Raya kalau ada cukup dan lumayan langsung ditabungkan di bank saja,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala KPw Bank Indonesia Kota Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, terdapat persyaratan pada proses penukaran uang rusak dengan uang layak edar.

Diantaranya fisik uang Rupiah kertas masih terlihat lebih dari 2/3 (dua pertiga) ukuran aslinya, ciri uang Rupiah dapat dikenali keasliannya, dan uang Rupiah kertas rusak/cacat masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap.

"Selain itu, uang Rupiah kertas rusak/cacat tidak merupakan satu kesatuan dan kedua nomor seri pada uang Rupiah kertas rusak tersebut lengkap dan sama," imbuhnya.

Terkait musibah kebakaran di Manahan, Dwiyanto menyebut, pihaknya telah mengunjungi sejumlah korban yang uangnya rusak/terbakar.

Hal ini sebagai upaya membantu secara psikologis korban kebakaran bahwa uang terbakar masih ada yang dapat ditukar dengan uang layak edar.

"Dari hasil identifikasi oleh Bank Indonesia Solo didapatkan bahwa uang terbakar yang dapat dilakukan penggantian sebesar Rp.2.911.000,- kepada Pak Hasan. Dari uang yang tersimpan di kotak sekitar Rp5 juta," kata Dwiyanto.

"Selebihnya sisa uang terbakar tidak dapat dilakukan penggantian karena tidak dapat teridentifikasi (sudah menjadi abu dalam potongan kecil-kecil)," pungkasnya. (ul/di)

Baca Juga: Mulai Hari Ini Ditutup! Teruskan Proyek Underpass, Simpang Joglo Solo Tutup Total hingga Lima Bulan Kedepan

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#bank indonesia #kebakaran #kota solo #manahan