SOLOBALAPAN.COM - Boyolali sedang digemparkan dengan penemuan jenazah pria bernama Bayu Handono, 36, pada Jumat malam (3/5).
Diketahui korban merupakan seorang atlet marathon yang meninggal dunia dalam keagaan bersimbah darah di rumah miliknya sendiri.
Korban ditemukan di rumah pribadinya yang beralamat di Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali.
Penyebab kematian korban masih menjadi misteri. Di sisi lain, belum ada keterangan resmi dari kepolisian.
Sosok Bayu Handono memang dikenal sebagai atlet marathon yang melalang buana hingga luat negeri.
Selain itu, korban diketahui memiliki usaha kerajinan tembaga yang sukses. Sosok korban dikenal ramah dan kerap bersedekah.
"Saya lewat pas Kamis (2/5) itu sudah curiga, kok tumben gerbangnya kebuka," ujar tetangga korban, Warga Pulisen, Boyolali, Kelik Sudibyo.
Dia menerangkan, korban merupakan sosok yang humble atau ramah. Dia murah bergaul baik dengan teman lelaki maupun perempuan. Tak ayal, kejadian itu cukup mengejutkan warga sekitar.
"Dia itu orangnya grapyak, humble ke semua orang. Selain atlet lari maraton, dia juga punya usaha kerajinan juga dan sukses. Yang jelas Mas Bayu itu orangnya sering sedekah dan baik ke semua orang," tambahnya.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi telungkup bersimbah darah. Terlihat bekas seretan mulai dari ruang tengah menuju ke dapur. Sedangkan darah korban diketahui sudah dalam kondisi mengering.
Baca Juga: Menipu Pengusaha Belasan Juta, Warga Sidoarjo Ditangkap di Sragen, Begini Kronologinya
Menurut informasi yang dihimpun Radar Solo, korban memiliki satu sepeda motor dan satu mobil pick up. Namun, saat ditemukannya korban, kedua kendaraan korban sudah tidak ada.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait kejadian tersebut. Radar Solo mengonfirmasi pada Kapolsek Boyolali Kota, AKP Kuntadi Wijanarko. Dia menjelaskan jika kasus tersebut ditangani oleh Polres Boyolali.
Terkait kematian korban diduga akibat dibunuh, Kuntadi mengatakan masih didalami Satuan Reskrim. "Masih didalami Satreskrim (Polres)," singkatnya. (rgl)
Editor : Nindia Aprilia