Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Warga Solo Harus Tau! , Begini Tips Mendidik Anak Menjadi Hafiz Qur'an Sejak dalam Kandungan dari Gus Ahmad Dzulfaqar, Lc

Ahmad Khairudin • Jumat, 3 Mei 2024 | 21:50 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Dar El Wihdah, Kuwungsari, Sragen Gus Ahmad Dzulfaqar, Lc bin KH. Abdul Halim Dimyathi
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Dar El Wihdah, Kuwungsari, Sragen Gus Ahmad Dzulfaqar, Lc bin KH. Abdul Halim Dimyathi

SOLOBALAPAN.COM – Keluarga Islam pasti menginginkan anak yang baik hati, berbudi luhur, dan mahir dalam agama. Saat anak-anak kita belajar menghafal Alquran, kebahagiaan kita semakin besar. Namun, proses itu pasti sulit.

Orang tua dinilai sangat berperan dalam proses tersebut. Tidak hanya saat sudah lahir di dunia saja.

Orang tua juga berperan sejak dalam kandungan untuk mendidik anak-anak mereka. Termasuk mempersiapkan anak anaknya menjadi penghafal alquran.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Dar El Wihdah, Kuwungsari, Sragen Gus Ahmad Dzulfaqar, Lc bin KH. Abdul Halim Dimyathi menyampaikan anak yang disiapkan menjadi penghafal alquran, diharapkan bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

”Kalau anak-anak semangat dalam menuntut ilmu dan berbakti pada orang tua, insyaallah rakyat kita 20 tahun nanti adalah rakyat yang cerdas,” ujarnya.

Berbeda dengan pendidikan yang salah. Sejak usia dini sudah jauh dari agama dan tidak diajarkan berbakti pada orang tua.

Sehingga berdampak pada masa depan bangsa dan agama. Sehingga perlu disiapkan sejak dini.

Dia menyampaikan terkait mempersiapkan, secara garis besar diantaranya pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan anaknya sebagai penghafal alquran.

Semisal anak sekolah, biasanya sampai pukul 12.00, sisanya banyak menghabiskan waktu dengan orang tua. Sehingga orang tua menjadi contoh bagi anak.

Banyak cara untuk mendidik generasi yang disiapkan sebagai penghafal Alquran. Seperti memberikan contoh yang baik.

”Misalnya orang tua tidak bicara yang tidak baik Itu akan ngefek pada anak tersebut. Demikian jika orang tua membaca alquran, maka juga akan memberi efek yang baik."

"Kemudian rutin mengajak anaknya ke Masjid. Ini juga menimbulkan ingatan yang baik,” tambahnya.

Pemegang Sanad Qira'ah Asyrah jalur Yaman ini menjelaskan mendidik anak jadi sosok yang soleh dilakukan sejak awal.

Bukan sekedar saat lahir, namun sejak masa kehamilan. Seorang calon ibu harus menjaga amalannya.

Sebagaimana menjaga kesehatan saat menjalani proses melahirkan. Menjaga kesalehan dan keimanan juga dilakukan sejak dini.

”Misal hamil gak Sholat, gak ngaji itu juga ngefek. Gimana anak kita menjadi anak yang soleh, ketika hamil juga dijaga amalannya. Jangan justru terjadi pertengkaran dan keluar ucapan yang tidak baik. Itu akan berefek pada janinnya,” ujarnya.

Dia menyampaikan ketika sejak dalam kandungan sering dibacakan alquran, ada manfaat yang dapat dirasakan.

Seperti hasil penelitian, air yang dibacakan alquran memiliki dampak yang punya nilai positif. Demikian juga air yang diberi kata-kata tak pantas dan sebagainya akan berdampak buruk dan merusak.

Lantas dengan mendorong anak untuk menjadi penghafal quran juga berdampak pada orang tua. Tidak ada orang tua yang sedih ketika anaknya belajar menghafal alquran.

Namun pastinya orang tua juga akan lebih bahagia ketika anak yang menjadi penghafal quran dan mempraktekan tuntunan alquran. (din/di)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#sragen #alquran #islam #hafiz