Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mencegah Angka Pernikahan Dini Semakin Tinggi, Ini yang Dilakukan Dinas Pendidikan Kota Solo

Fauziah Akmal • Rabu, 1 Mei 2024 | 23:19 WIB
Ilustrasi menolak pernikahan dini
Ilustrasi menolak pernikahan dini

SOLOBALAPAN.COM - Dinas Pendidikan Kota Solo mendorong guru dan orang tua memiliki pemahaman pendidikan seks bukan hal tabu untuk menekan angka pernikahan dini.

Dilansir dari Radar Solo, Kepala Disdik Kota Solo Dian Rineta menyampaikan keprihatinan atas kasus pernikahan anak yang masih menjadi masalah serius di masyarakat.

"Saya sedih dapat laporan dari DP3AP2KB, ternyata anak-anak kita yang menikah dini cukup tinggi," ujar Dian.

Menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo

Sebanyak 119 anak usia 18 tahun ke bawah mengajukan permohonan menikah sepanjang tahun 2023.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk tindakan preventif yang lebih kuat, terutama di lingkungan sekolah.

"Sekolah harus intens dalam membawa kesadaran kepada anak-anak kita tentang bahaya pergaulan bebas. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Dian mengatakan program Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu langkah untuk mengatasi akar masalah yang menyebabkan pergaulan bebas dan pernikahan dini.

"Sekolah siaga kependudukan ini menangani anak-anak kita supaya tidak tergiur dengan pergaulan bebas yang pada akhirnya menjerumuskan anak-anak ke pernikahan diri," bebernya.

Selain upaya dari pihak sekolah, kesadaran dari orang tua juga sangat penting. Dian menekankan perlunya peran orang tua memberikan bimbingan kepada anak-anak mereka.

"Orang tua harus terlibat secara langsung memberikan sosialisasi tentang hal-hal yang perlu dihindari agar anak-anak tidak terjerumus dalam pernikahan dini," tambahnya.

Dian menambahkan, pembicaraan terbuka tentang pendidikan seks juga menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.

Dian menekankan untuk menghilangkan stigma dan menjadikan pembicaraan tentang pendidikan seks sebagai hal yang biasa.

"Tidak ada kata tabu untuk itu. Justru karena kita sayang dengan anak-anak kita. Dengan cara ini, kita dapat menjaga anak-anak kita dengan lebih baik," tegasnya. (zia/di)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pendidikan seks #DP3AP2KB #pernikahan dini #dinas pendidikan kota solo