SOLOBALAPAN.COM - Tanggal 21 April diperingati dengan Hari Kartini, dimana beragam kegiatan digelar guna memeriahkannya.
Salah satu kegiatan tersebut dilakukan oleh Paguyuban Ibu dan Isteri Anggota DPRD (PIIAD) Wonogiri.
Puluhan siswa TK menggeruduk Kantor DPRD Wonogiri Sabtu (20/4/2024). Mereka diundang untuk memperingati Hari Kartini di Graha Paripurna DPRD Wonogiri.
Ada sekira 82 anak yang datang ke DPRD Wonogiri. Merrka berasal dari lima TK di sekitar Kantor DPRD Wonogiri, diantaranya TK Dharma Wanita Wonogiri, TK At Taqwa Wonogiri, TK Permata Hati Wonogiri, TK Aisyiyah Wonogiri dan TK Kanisius Wonogiri.
Ketua PIIAD Wonogiri Sugiyarti Sriyono mengatakan pihaknya menggandeng sejumlah TK karena ingin membentuk karakter sejak dini.
Perempuan Indonesia menurut dia berkewajiban karakter seperti RA Kartini.
"Kegiatan ini bersama anak TK menuju pembentukan karakter dengan meneladani Ibu Kartini," ujar dia.
Menurutnya Sugiyarti, membentuk karakter dalam meneladani RA Kartini harus dilakukan sejak dini karena akan terlambat jika dimulai ketika sudah tua.
Pihaknya juga ingin agar para anggota PIIAD berdaya dan bisa mengembangkan bakatnya meskipun sudah menjadi orang tua.
"Sebagai perempuan Indonesia, kita mengajak lingkungan masyarakat untuk membangun karakter dari awal dan lebih baik," beber Sugiyarti.
Menurut dia, kesetaraan gender belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak perempuan yang berada di bawah laki-laki. Dia mencontohkan, dunia pekerjaan masih didominasi laki-laki.
"Perempuan meskipun sebagai ibu rumah tangga, juga harus mampu mengembangkan minat dan bakatnya. Saat ini, kesetaraan gender belum sama, perempuan masih di bawah. Harapan kami ke depan perempuan setara dengan laki-laki," paoar dia.
Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini PIIAD Wonogiri Dona Urin Tri Hartono menerangkan, kegiatan itu diisi dengan aksi mendongeng, peragaan busana, membaca puisi, dan tari-tarian.
Selain itu, pihaknya ingin mengenalkan anak-anak kepada RA Kartini sebagai pahlawan perempuan. Dengan begitu, anak-anak bisa mengetahui perjuangan pahlawan wanita itu.
"Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari bahwa Kartini merupakan perempuan yang patut dicontoh. Berkat Kartini, perempuan sekarang bisa sejajar kedudukannya dengan laki-laki," hemat dia. (al)
Editor : Nindia Aprilia