Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Buat Pemudik Solo Raya yang Mau Lewat Jalur Alternatif Klaten - Gunungkidul Jelang Lebaran 2024, Ini Informasi Penting yang Wajib Kalian Simak!

Angga Purenda • Jumat, 5 April 2024 | 16:39 WIB
Ruas Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten yang mengalami kerusakan. (ANGGA PURENDA/ RADAR SOLO)
Ruas Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten yang mengalami kerusakan. (ANGGA PURENDA/ RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM - Beberapa jalur utama yang menghubungkan wilayah Solo Raya dengan daerah luar berpotensi macet pada saat arus mudik Lebaran 2024 mendatang.

Tak pelak, jalur alternatif menjadi pilihan para pemudik agar bisa merasa lebih nyaman dalam perjalanan.

Hal ini tak terkecuali bagi para pemudik dari Klaten yang ingin balik ke Gunungkidul.

Kendati demikian, para pemudik yang memakai jalur ini hendaknya lebih berhati-hati saat melintas di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Jalan tersebut diketahui mengalami rusak yang cukup parah.

Bahkan, kerusakan jalur ini sampai viral di jagat media sosial.

Dalam video yang beredar jalan rusak berada di atas saluran hingga membuat lubang cukup dalam.

Lubang itu dipasangi pohon pisang oleh warga sebelum akhirnya diuruk dengan material tanah uruk.

Walaupun demikian, masih ada bagian jalan ambles dan berada di tikungan sehingga membahayakan pengguna jalan.

Purwanto (43) yang merupakan warga Desa Pasung pun mengamini keberadaan jalan rusak tersebut.

Dia pun menyayangkan minimnya upaya dari pemerintah untuk memperbaikinya.

“Ruas jalan ini menjadi alternatif menuju ke Gunungkidul," terang Purwanto seperti dikutip dari Radar Solo.

"Saat Lebaran lalu lintas di jalur ini cukup padat. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan jalan,” ujarnya pada Jumat (5/4).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, kerusakan jalan terjadi karena dilintasi truk uruk Tol Solo-Jogja.

Terutama dalam satu tahun terakhir. Kerusakan jalan terutama di sisi selatan desa yang kondisinya lebih parah.

“Sebenarnya pernah di aspal juga. Tapi dalam hitungan satu minggu saja sudah kembali rusak parah lagi,” ujar Purwanto.

Purwanto pun berharap dari pihak pelaksana proyek tol untuk segera melakukan perbaikan pada jalur tersebut.

Harapan ini dia layangkan supaya tidak terjadi banyak kecelakaan mengingat sekarang sudah memasuki masa mudik dan balik Lebaran.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono membenarkan bahwa pada masa Lebaran banyak pemudik yang melintasi jalur tersebut.

Para pemudik ini utamanya berasal dari arah Klaten ke Gunungkidul maupun sebaliknya.

“Banyak pemudik yang melintas termasuk jalur yang rusak itu. Untuk meminimalkan terjadinya lalu lintas, minimal jalan berlubang ditambal terlebih dahulu,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan mengalami rusak parah terutama di sisi selatan Desa Pasung.

Kerusakan ini nampak jelas pada area yang berbatasan dengan Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Kabupaten Sukoharjo.

Tampak aspal jalan sebagian sudah mengelupas dan bergelombang.

Kondisi jalan yang sebelumnya berlubang ditambal menggunakan material uruk.

Terlihat tumpukan material uruk juga dibiarkan begitu saja memenuhi sebagian badan jalan.

Kondisi itu membuat kendaraan roda empat harus bergantian saat melintas. (ren/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#klaten #gunungkidul #mudik #rusak #lebaran 2024 #jalur alternatif