SOLOBALAPAN.COM - Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, sering muncul sebuah pertanyaan, bolehkah makan dan minum di depan orang yang sedang berpuasa?/
Walaupun hal ini mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, namun sudut pandangnya berbeda dengan sudut pandang Hukum Agama.
Apakah itu menganggu atau malah diperbolehkan? Melalui pandangan para ulama, mari kita gali untuk memahami hukum dan adab di balik tindakan ini.
Dilansir dari Channel Youtube Era Islam (30/3), terdapat video mengenai pernyataan ini.
Dalam video tersebut, Ustad Khalid Basalamah menjelaskan pandangannya jika makan didepan orang yang sedang berpuasa itu tidak dosa, tetapi makruh hukumnya.
Kemudian jika seseorang tidak berpuasa karena sedang sakit, misalnya saat haid, memasak di dapur dan makan di depan orang yang berpuasa, maka lebih baik diketahui tingkah lakunya, namun hal itu tidak membuatnya berdosa.
Sebagaimana fatwa Ulama yang menyebutkan bahwa pada bulan Ramadhan dibolehkan seorang muslim berjualan makanan karena adanya lansia, musafir, non muslim, orang yang sedang haid dan nifas yang tentu saja harus ada etika yang diperhatikan.
Adab dan etika merupakan bagian vital dari agama islam yang mengajarkan kesopanan, penghargaan dan rasa tanggung jawab terhadap perasaan orang lain.
Ketika seorang makan di depan orang yang sedang berpuasa, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
1. Pengertian dan berempati
Meski secara hukum tidak dilarang, namun tindakan tersebut bisa memunculkan rasa lapar dan haus yang besar pada orang yang berpuasa, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan secara psikologis.
Dengan memahami hal ini, dapat menunjukkan rasa hormat dan menghargai kesungguhan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.
2. Menjaga kebersihan dan tidak menyebarkan aroma makanan
Hal ini bertujuan untuk menghindari godaan dan meminimalisir ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa.
Sebisa mungkin, kita dapat memilih untuk makan di tempat yang lebih terpisah dan tertutup atau menutup makanan untuk mengurangi penyebaran aroma.
3. Meminta izin sebelum mulai makan
Dengan berbicara secara terbuka dan hormat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menghindari kesalah pahaman.
Memiliki kesadaran akan perasaan dan kebutuhan orang lain merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam.
Dengan demikian, meski secara hukum tidak dianggap sebagai dosa, memperhatikan adab makan dan minum di depan orang yang sedang berpuasa merupakan langkah kecil namun penting dalam meningkatkan kesadaran sosial kita.
Ini adalah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai agama, perasaan sesama, dan kesucian bulan Ramadhan yang mulia. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia