SOLOBALAPAN.COM – Pertamina akhirnya memberikan kepastian mengenai dugaan dexlite SPBU 44.57.207 Desa Jetak Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen yang terkontaminasi air.
Seperti yang diketahui, dugaan ini berawal dari keluhan warga yang mengaku kendaraannya bermasalah usai mengisi dexlite di SPBU tersebut.
Uji laboratorium pun dilakukan untuk membuktikan kemurnian itu.
Hasil uji laboratorium tersebut sudah diketahui pada Jumat (22/3) lalu dan terbukti bahwa dexlite SPBU Jetak terkontaminasi air.
Dilansir dari Radar Solo, hal ini disampaikan oleh Senior Spv Com Rel Patraniaga Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri.
Lantas, Pertamina hendak memeriksa penyebab kemungkinan masuknya air tersebut.
Kemungkinan, SPBU Jetak pun baru bisa melayani penjualan dexlite lagi paling cepat pada pekan depan.
”Kita cek paling cepat pekan depan. Soalnya petugas yang memeriksa kemungkinan bisa hari sabtu nanti," terang sosok yang kerap disapa Thia itu.
"Kita cek juga CCTV karena waktu pengisian lalu dilakukan saat hujan."
"Jadi kemungkinan air tercampur saat pengisian itu."
"Tapi tidak menutup kemungkinan dari hal lain. Jadi cek semuanya termasuk tangki,” ujarnya pada Selasa (26/3).
Sementara itu, Pihak SPBU 44.57.207 Jetak Sragen membenarkan terjadi kontaminasi produk dexlite dengan air Selasa (19/3) lalu.
Pihak SPBU memohon maaf atas kejadian ini. Atas arahan dari Pertamina selama menunggu hasil uji lab, SPBU Jetak menutup penjualan produk dexlite.
SPBU juga memberikan kompensasi kerugian pada hari Minggu (24/3) ke konsumen dan telah bertemu langsung. (din/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro