Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Begini Jawaban Wali Kota Solo Gibran Terkait Belum Diresmikannya Pasar Mebel Mojo dan Keluhan Pedagang Soal Desain Bangunan

Silvester Kurniawan • Minggu, 24 Maret 2024 | 22:43 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, memberikan jawaban terkait pertanyaan seputar Pasar Mebel Mojo
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, memberikan jawaban terkait pertanyaan seputar Pasar Mebel Mojo

SOLOBALAPAN.COM – Meskipun sudah ditempati puluhan pedagang sejak akhir 2023 lalu, Pasar Mebel Mojo nyatanya belum diresmikan Pemerintah Kota Solo.

Hal ini kiranya berdampak pada kurangnya promosi pasar tersebut.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, punya alasan tersendiri soal belum dilakukannya peresmian Pasar Mebel Mojo sampai saat ini.

“Ini biar penyesuaian dulu ya. Yang penting pedagangnya sudah masuk,” jawab Gibran, Minggu (24/3) seperti dikutip dari Radar Solo.

Disinggung soal rusaknya sejumlah infrastruktur di dalam pasar yang terjadi beberapa waktu lalu, Gibran mengaku sudah mendengar kabar tersebut.

Oleh sebab itu perbaikan-perbaikan bagian yang rusak itu terus dilakukan menimbang saat ini masih masuk dalam masa perawatan.

Oleh karena itu, kerusakan yang muncul masih menjadi tanggung jawab dari pelaksana proyek atau kontraktor.

“Yang rusak-rusak akan diperbaiki ya,” kata putra sulung Presiden Jokowi itu singkat.

Selain kerusakan-kerusakan seperti tanah amblas dan bangunan retak, pedagang setempat juga mengkritik konsep dan desain dari bangunan pasar.

Mereka menilai sejatinya konsep bangunan itu tidak cocok digunakan untuk pedagang mebel.

Bangunan yang terbuka dengan bukaan dan atap yang tinggi itu membuat air hujan masuk ke dalam kios dan langsung mengarah ke produk mebel siap jual.

Hal ini memicu kerusakan atau menambah biaya produksi karena karus dilakukan finishing ulang.

“Desain bangunan dikritik pedagang? Nanti akan kami tindaklanjuti ya terkait tampias dan yang lain-lain,” beber Gibran.

Menurut pantauan di lapangan, bangunan yang tinggi dan terbuka itu memang tak mampu menghalau air hujan saat hujan lebat terjadi.

Bahkan, saat hujan disertai angina kencang, semakin banyak produk mebel pedagang yang langsung terpapar cipratan air.

Keluhan mengenai bangunan ini disampaikan oleh Mardiyanto yang merupakan salah seorang pedagang Pasar Mebel Mojo.

“Desain pasarnya memang kurang cocok untuk pedagang mebel, kok malah dibuatkan bangunan seperti ini," terang Mardiyanto.

"Miminal diberi tutup keong (penutup ventilasi dari tiang kea tap, Red) dan diberi talang ini yang paling memungkinkan," jelasnya. (ves/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#peresmian #gibran rakabuming #Pasar Mebel Mojo #solo #desain