SOLOBALAPAN.COM - Di bulan yang penuh berkah SMAN 1 Jatisrono menggelar Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tahun pelajaran 2023/2024, berlangsung Senin-Rabu (18-27/03).
PSAJ diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII sejumlah 283 terdiri dari 177 siswa peminatan program MIPA dan 105 siswa peminatan program IPS.
Penilaian akhir dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Awal puasa ini aktivitas sekolah diwarnai dengan PSAJ kelas XII.
Mengutip hasil rapat persiapan penilaian sumatif akhir jenjang pada Jumat (15/03), Tri Andari Setyaningrum, S.Pd.,M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Jatisrono menyatakan bahwa PSAJ ini harus dilaksanakan dengan sungguh.
Hal ini karena digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kelulusan dari satuan pendidikan, pemetaan mutu pendidikan di sekolah dapat dilihat dari tercapainya kompetensi.
Selain itu juga sebagai bahan pertanggungjawaban penyelenggara pendidikan. Keseriusan anak menjadi fokus utama pihak sekolah dikarenakan model ujian sekolah beberapa tahun ini telah mengalami perubahan.
Beliau menambahi bahwa tujuan utama dalam pelaksanaan PSAJ yakni sebagai bahan pertimbangan tamat belajar.
Ketika siswa sudah mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang, maka sekolah memiliki beberapa bahan pertimbangan untuk meluluskan peserta didik.
PSAJ menjadi agenda penting bagi peserta didik, selain sebagai puncak perjalanan akademik di sebuah jenjang.
peristiwa ini merupakan peristiwa tes sekolah jenjang SMA terakhir bagi peserta didik. Dilihat dari kesiapan, mereka kini dalam kondisi sangat siap dikarenakan pembekalan mengenai tes telah dipersiapkan dan disampaikan jauh hari.
Meski dilaksanakan di bulan puasa peserta didik tetap terlihat hikmat mengikuti tes tanpa melupakan tata tertib yang telah ditentukan pihak sekolah.
Guna membiasakan kejujuran dan kedisiplinan, maka properti pembelajaran termasuk alat digital tidak diperbolehkan ikut berkontribusi dalam berlangsungnya tes.
Segala peraturan dalam kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) ini wajib ditaati semua peserta didik, mulai dari kehadiran, kelengkapan seragam, kerapian diri, tidak membawa alat komunikasi hingga telah disediakan lokasi khusus untuk menampung sementara barang milik peserta didik.
Di dalam kelas yang diperbolehkan ada di hadapan siswa yaitu alat tulis, lembar soal dan lembar kerja (Paper tes).
Kebijakan PSAJ menggunakan lembar kertas diberlakukan atas banyak pertimbangan.
Alat digital memang membantu proses kegiatan belajar mengajar termasuk penyelesaian tes, namun bila sekolah tidak memberikan pemahaman tentang batasan penggunaan maka peserta didik akan mengalami ketergantungan penggunaan.
Kini keabsahan hasil pekerjaan peserta didik banyak dipertanyakan. Dalam suatu peristiwa siswa terlihat kikuk menyelesaikan kasus bila alat digital tidak dilibatkan.
Dari peristiwa tersebut maka dapat dipastikan bahwa harus ada penanganan lebih lanjut mengenai keterlibatan alat digital di pembelajaran atau pun konteks lain dalam ranah akademik.
Dalam rangka mendukung serta menyukseskan PSAJ, Pihak Sekolah melibatkan seluruh Guru dan karyawan untuk turut ikut terlibat mengontrol administrasi dan ketertiban pelaksanaan sebagai bentuk monitoring dan evaluasi kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) secara menyeluruh.
“Kami berharap dengan persiapan yang maksimal dapat menghasilkan hasil yang memuaskan bagi keluarga besar SMAN 1 Jatisrono,” ungkap Waka kurikulum, Dwi Wahyono. S.Pd. (nda)
Editor : Nindia Aprilia