SOLOBALAPAN.COM - Pembangunan proyek underpass di Banjarsari mengakibatkan Simpang Joglo harus ditutup total demi kelancaran proyek.
Akibatnya, banyak peralihan jalan yang mengakibatkan perbedaan jarak yang cukup lumayan.
Tak ayal, banyak masyarakat yang menggunakan jalan-jalan alternatif di sela-sela gang yang sebelumnya jarang dilalui.
Salah satunya jalan di tengah makam Bonoloyo yang berlokasi di Jl. TPU Bonoloyo, Kadipiro, Kec. Banjarsari, Kota Solo.
Jalan yang kedua sisinya diapit makam ini menjadi alternatif masyarakat demi menyingkat jarak dan waktu tempuh.
Pasalnya, jalan yang ditutup turut merubah akses pengendara sehingga membuat jalur yang diarahkan lebih lama dari biasanya.
Menurut Muji (58) selaku salah satu warga sekitar, masyarakat diperbolehkan saja untuk berlalu lalang di jalan tersebut.
" Boleh ya, semuanya itu lewat sini jalannya, pemerintah gapapa," ucap Muji kepada Solobalapan.com.
Hal serupa juga dituturkan oleh Khoir (40) selaku salah satu warga yang sering membersihkan makam.
Jalan tersebut memang diperuntukkan sebagai alternatif masyarakat agar tidak terlalu berputar jauh.
"Gapapa, ya gimana lagi wong jalannya ini tok og. Sana ditutup, sana kejauhan lewate kampung gaboleh," jelasnya.
Selain itu, lalu lintas pengendara di sekitar makam turut diatur oleh muda-mudi sekitar.
"Ada muda-mudi itu," terang Khoir.
Lalu lalang di jalan tersebut juga mengikuti skema dari pemerintah yang menerapkan buka-tutup jalan.
Ketika jalan utama dibuka biasanya makam akan ditutup kembali.
Sebaliknya, jika jalan utama ditutup, makam kemudian akan menjadi jalan alternatif kembali. (mg5/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro