Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tidak Semua Mengalami Kelonjakan Harga di Hari Pertama Bulan Ramadhan, Komoditas Pangan di Pasar Legi Solo Ini Turun Rp25 Ribu

Antonius Christian • Selasa, 12 Maret 2024 | 21:40 WIB
Pedagang dipusingkan dengan naiknya beberapa harga komoditas, ini terjadi juga di Pasar Legi. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Pedagang dipusingkan dengan naiknya beberapa harga komoditas, ini terjadi juga di Pasar Legi. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM - Pada hari pertama bulan Ramadhan 2024 yang jatuh pada Selasa (12/3), ada bahan pokok yang mengalami lonjakan tapi ada juga yang turun.

Bahan pokok yang mengalami kelonjakan ini diungkapkan oleh Suroso Lesmono, salah seorang pedagang di Pasar Legi Solo.

 

Dia mengungkapkan beberapa komoditas pangan yang dijualnya juga mengalami kenaikan dari distributor.

Lantas, mau tidak mau, dia juga terpaksa menaikkan harga agar tidak merugi.

Minyak goreng curah misalnya, dia mengatakan sebelum masuk bulan puasa, harga per liter sebesar Rp16 ribu.

Namun, sejak hari Minggu kemarin dia menjual minyak tersebut sebesar Rp17 ribu.

"Yang sampai saat ini stabil gula, sekilo Rp17 ribu," jelasnya.

"Kalau beras sebelum puasa kemarin juga sudah naik, sampai sekarang harganya sama, Rp17 ribu sampai 19 ribu tergantung kualitasnya," katanya.

Kenaikan signifikan terjadi di komoditas telur.

Telur kualitas biasa dijual dengan harga Rp29,5 ribu, sedangkan untuk kualitas premium saat ini tembus Rp32 ribu.

"Telur yang naiknya lumayan. Padahal minggu lalu yang biasa harganya Rp25 ribu," ujarnya.

Suroso mengatakan dia terpaksa menaikkan harga agar tidak merugi.

Akan tetapi di sisi lain dia takut bila harga naik pembeli menjadi sepi.

"Sepi sekali mas hari ini. yang beli paling baru satu dua orang. ya semoga kedepan ada kebijakan dari pemerintah untuk menekan harga," ujarnya.

"kalau terus naik sampai lebaran nanti, takutnya malah saya yang nggak bisa ikut lebaran karena tidak ada yang belanja," kelakar Suroso.

Tidak hanya harga sembako, harga ayam potong juga naik signifikan dari yang awalnya Rp32 ribu pada awal pekan lalu, saat ini menyentuh angka Rp40 ribu.

Yanti, salah seorang pedagang ayam potong pasar legi menuturkan bila harga ayam naik sejak akhir pekan lalu.

"Sabtu naik Rp38 ribu, hari naik Rp40 ribu," katanya.

Untuk menyiasati agar tak terlalu merugi, Yanti akhirnya mengurangi stok ayam yang dia jual.

Bila biasanya dia membawa ayam antara 50 hingga 70 kilogram, saat ini dia hanya membawa 40 kilogram ayam saja.

"Takutnya yang beli tidak ada, malah ayamnya nggak terjual," tuturnya.

Meski begitu, beberapa komoditas pangan ada yang mengalami penurunan.

Seperti cabe dan bawang. Bila pada akhir bulan lalu caber rawit sempat tembus Rp70 ribu per kilogram, Selasa ini harganya turun menjadi Rp45 ribu alias terpangkas Rp25 ribu.

Kemudian bawah merah juga juga mengalami penurunan menjadi Rp22 ribu dari semula Rp25 ribu.

Penurunan juga terjadi di cabe kerting yang hari ini turun menjadi Rp50 ribu per kilonya dari sebelumnya Rp65 ribu per kilo.

Mulyati, salah seorang pedagang mengatakan harga cabe turun karena kawasan penghasil cabe sedang panen raya.

"Saya ambil dari Banyuwangi, kebetulan lagi panetn, makanya harganya turun," katanya.

Sementara itu, Sandra Fitriani, salah seorang pembeli yang berbincang dengan koran ini mengaku kaget dengan kenaikan harga ini.

Sebab dia biasa berbelanja untuk diolah sebagai panganan yang nantinya dia jual di Warung.

"ini warungnya saya tutup dulu hari pertama puasa, sambil ngecek harga sembako. Ternyata pada naik," jelas Sandra.

"Ya nanti terpaksa kalau (harga) naik terus, harga jualnya saya naikkan, atau porsinya saya kurangi," tutur wanita pemilik warung makan di kawasan Nusukan ini. (atn/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#pangan #pasar legi #harga #solo