SOLOBALAPAN.COM - Para petani ikan di Waduk Cengklik Boyolali harus merasakan kepedihan.
Pasalnya, puluhan ton ikan nila di karamba mereka kedapatan mati.
Dengan kata lain, para petani ikan tersebut mengalami gagal panen.
Matinya puluhan ton ikan itu diduga kuat sebagai dampak dari upwelling atau air dingin di Waduk Cengklik.
Hal ini dibenarkan Kabid Perikanan Dinas Peternakan (Disnakan) Boyolali, Nurul Nugroho.
Dijelaskan, ada 700 petak karamba milik 60 petani yang tersebar di Desa Sobokerto dan Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak. Hampir seluruh ikan tersapu fenomena up welling.
"Itu kan dimulai dari Sabtu (9/3) cuacanya kurang bagus, terjadi upwelling kemarin (10/3)," kata Nurul.
"Nah ikan-ikan kan mati dan tenggelam itu. Lalu hari ini (11/3) baru muncul ke permukaan," jelasnya pada Senin (11/3).
Nurul menerangkan, fenomena ini merupakan dampak cuaca buruk sejak Sabtu lalu.
Kondisi saat itu mendung, tidak ada angin maupun sinar matahari lalu turun hujan.
Akibatnya, masa air di bawah yang mengandung amoniak dan racun naik ke permukaan.
Hal itu menyebabkan ikan keracunan dan mati masal.
Karamba di Desa Sobokerto, tercatat ada 20-an ton ikan yang mati.
Sedangkan, di Desa Ngargorejo masih dalam perhitungan dinas.
Selain itu, ada beberapa karamba di Desa Senting, Sambi. Hanya saja tidak masuk kelompok. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pendataan.
"Jumlah (ikan mati,Red) puluhan ton lebih. Itu jumlah yang saya terima 20 ton baru di Sobokerto saja, belum Ngargorejo," jelas Nurul.
"Sepertinya iya (Sama sekali tidak panen,Red). Rata-rata milik teman-teman karamba itu hampir (ikan) usia panen, upwelling itu rata-rata usia panen," ujarnya.
Dinas langsung mengambil tindakan dengan melakukan pendataan dan monitoring lapangan.
Dinas juga menyarankan pada para petani karamba untuk menggeser karambanya ke tempat yang lebih aman dari upwelling.
"Kami data dulu, dan laporkan bupati," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Pemeliharaan Waduk Cengklik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Bambang Murwanto menjelaskan memang banyak bangkai ikan yang mengapung di pinggiran waduk.
Hal tersebut dikarenakan ikan di karamba banyak yang mati.
"Jadi kemarin banyak ikan karamba mati. Jadi itu ikan karamba," jelas Bambang.
"Itu memang dibuang di pinggir nanti kala sudah dipinggir akan (Diambili) ditimbun dengan ekskavator."
"Mau dibuatkan galian terus mau ditimbun oleh teman-teman," katanya. (rgl/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro