SOLOBALAPAN.COM - Belakangan, harga beras di Kota Solo dan area Jawa Tengah lainnya terhitung meresahkan warga.
Rata-rata, harga beras premium di Jawa Tengah berkisar antara Rp 16 ribuan hingga 6 Maret 2024 lalu.
Meski demikian ada sejumlah daerah yang harganya sudah tembus di Rp 17 ribu pada kurun waktu yang sama.
Hal ini disebabkan karena pasokan beras di masing-masing daerah yang berbeda.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sucahyo, pun menjelaskan mengenai fenomena ini.
Diungkapkannya, perbedaan pasokan beras tersebut juga berpengaruh pada perbedaan harga jual beras antara satu daerah dengan daerah lainnya.
"Pantauan per hari ini harganya bervariasi ada beras medium Rp14.000," terangnya dalam diskusi "Turunkan Harga Pangan" bersama Akademisi UNS dan Komisi 3 DPRD Jateng di Adiwangsa Hotel, Rabu (6/3).
"Di Klaten pertanggal 4 Maret sudah Rp 10.900. Kemudian per 6 Maret ini beras medium Rp11.000, sementara beras premiumnya Rp14.500."
"Kemudian di Cilacap beras medium Rp14.500 - RP16.000, beras premium Rp17.000."
"Jadi ada perbedaan harga di berbagai tempat. Tapi rata-ratanya di Jateng beras medium Rp14.678 dan beras premium Rp16.196," jelas Sucahyo.
Menurut dia, saat ini pola panen petani berubah, dimana padi disimpan di gudang-gudang petani (panen kering, Red) menjadi pola panen basah.
Sehingga, saat melakukan panen sudah ada pedagang atau mitra yang melakukan pembelian di lokasi tersebut.
Oleh sebab itu, permintaan tinggi dengan produksi stabil tentu berpengaruh terhadap harga di pasaran.
"Ada beberapa daerah yang mengalami tren tinggi pas Jumat kemarin," lanjutnya.
"Sementara 10 daerah terendah ada di Kabupaten Magelang, Blora, Pati, Rembang dan lainnya. Prediksinya, disana produksi beras lokak mencukupi," beber Sucahyo.
Pihaknya bakal melakukan intervensi untuk menyetabilkan harga tersebut.
Intervensi ini akan dilakukan pada momen krusial jelang Ramadhan dan Lebaran nanti khususnya.
Oleh sebab itu, pemerintah meminta dukungan berbagai pihak agar program sembako murah dan operasi pasar bisa terus dilakukan di masing-masing daerah.
"Tiap senin kami pantau dan koordinasi harga-harga di setiap daerah," jelas Sucahyo.
"Ini kami intervensi agar bisa diterapkan di aemua daerah jelang Ramadhan dan Lebaran. "
"Kami pantau terus 35 kabupaten/kota di Jateng. Ini salah satu strategi untuk mengendalikan harga jelang Idul Fitri," papar dia. (ves/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro