SOLOBALAPAN.COM - Biasanya jika mengunjungi wedangan di Solo, desain interior yang disuguhkan familiar dengan konsep pendopo.
Namun, berbeda dengan tempat makan yang dinamai MaDang (Mangan Wedangan).
Wedangan yang satu ini memiliki konsep desain interior yang tidak biasa.
Tempat makan MaDang ini mempunyai konsep perpaduan antara Wedangan dengan nuansa Chinese.
Biasanya, tempat makan dengan desain interior Chinese, menyuguhkan makanan khas Negeri Tirai Bambu seperti dumpling dan dimsum.
Berbeda halnya dengan MaDang. Kendati berinterior Chinese, tempat makan tersebut menyajikan makanan yang sering kita jumpai di wedangan.
Makanan yang disajikan di MaDang ini antara lain, nasi bakar, nasi kucing, berbagai sate-satean, roti bakar, berbagai susu segar, dan minuman khas wedangan.
Tidak perlu khawatir, walaupun desain interiornya bernuansa Chinese, makanan yang dijual di tempat ini adalah kuliner yang halal. Makanannya pun ramah di kantong.
Linta (25) dan adiknya selaku pemilik MaDang pun menjelaskan alasan dia mendirikan tempat makan tersebut.
Semuanya berawal dari dirinya yang menyayangkan salah satu rumahnya tidak terpakai.
Lantas, dia mempunyai ide menyulap rumah yang tidak terpakai itu menjadi ladang usahanya.
Mengenai alasannnya memilih menyajikan menu wedangan, Linta beralasan bahwa kuliner jenis tersebut lebih praktis dan tidak memerlu mengeluarkan ekstra untuk memasak.
"Daripada rumahnya nganggur ngga dipakai terus kita bikin aja wedangan," jelas Linta.
"Intinya ngga susah-susah amat mulai dari segi makanan ngga harus perlu di dapur yang masaknya ekstra, " terangnya pada pada Rabu, (28/02).
Selain itu, wedangan juga bisa menjangkau ke semua kalangan, mulai dari anak muda sampai orang dewasa bisa.
Wedangan yang bernuansa kekinian ini cocok untuk anak muda yang ingin nongkrong.
Linta memanfaatkan barang antik milik Ah Tong (kakeknya) dan beberapa koleksinya sebagai pajangan tempat makannya. Ada pula beberapa barang antik yang dibelinya.
Koleksi-koleksi barang antik yang menjadi pajangan tempat makan MaDang ini menjadi daya tarik anak muda sekarang.
Apalagi tempatnya instagramable dan banyak spot foto yang menarik untuk bahan foto kawula muda.
Koleksi-koleksi antik yang terdapat di wedangan ini di antaranya ialah sepada antik, TV jadul, kamera antik, mesin ketik, kaset antik, telepon antik, teko antik, radio antik, dan barang antik lainnya.
Adapula barang-barang khas Chinese seperti desain interior yang dipercantik dengan lampion, patung kucing, dan lain-lain.
MaDang juga menyediakan permainan kekinian seperti, uno, congklak, dan monopoli.
Jadi tidak perlu khawatir bosan jika nongkrong di sini, karena bisa ditemani dengan permainan-permainan yang disediakan.
MaDang juga menyediakan Wi-FI untuk pelanggan yang ingin berlama-lama di tempat ini.
Setiap malam minggu pun juga ada live akustik yang menemani.
Ruangannya pun cukup beragam, mulai dari outdoor depan, outdoor atas, lesehan, smoking area, dan ruang kamera.
Tantangan yang dialami Linta sendiri adalah, karena tempat wedangan yang dia miliki berada di Sukoharjo yang notabene jauh dari pusat kota.
"Justru dari challenge itu biasanya yang datang ke sini dari daerah Sukoharjo, Colomadu, Boyolali," terang Linta.
"Beberapa Solo Kota main ke sini, seringnya yang datang dari daerah selatan malah yang jauh-jauh ke sini," jelasnya.
Linta menjelaskan bahwa dari tantangan tersebut ternyata kebanyakan pengunjung yang datang dari kota-kota bagian selatan tidak hanya lingkup Kartasura, Kabupaten Sukoharjo saja.
Berlokasi di di Jl. Slamet Riyadi No. 248, Dusun II, Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, MaDang ini bisa ditempuh dengan jarak sejauh 6 atau 7 kilometer dari Kota Solo. (mg4/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro