Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ada Suspect Chikungunya di Salah Satu Desa di Sragen, Kader Jumantik Digerakkan untuk Periksa Rumah Warga

Ahmad Khairudin • Kamis, 29 Februari 2024 | 23:43 WIB
Kader jumantik digerakkan setelah ditemukannya suspect chikungunya di Kabupaten Sragen (AHMAD KHAIRUDIN/ RADAR SOLO)
Kader jumantik digerakkan setelah ditemukannya suspect chikungunya di Kabupaten Sragen (AHMAD KHAIRUDIN/ RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM – Musim hujan diketahui menghadirkan beragam wabah yang patut diwaspadai.

Ini pastinya termasuk kemungkinan penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk.

Selain Demam Berdarah Dengue (DBD), virus chikungunya menjadi salah satu yang perlu diwaspadai.

Kekhawatiran terkait sebaran chikungunya disampaikan Sri Warsito selaku Ketua RT 18 Dukuh Plosorejo, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Pihaknya menyampaikan ada beberapa warganya yang sakit. Dia pun mendorong dilakukan upaya pencegahan.

”Beberapa orang merasakan seperti chikungunya, makanya kami mohon bantuan untuk pengecekan di lokasi sekaligus sosialisasi dari tim kesehatan,” bebernya Kamis (29/2).

Terkait kondisi di lokasi, bidan Desa Guworejo, Ike Fatma menyampaikan pihaknya mengerahkan kader jumantik untuk memeriksa kondisi di Dukuh Plosorejo tersebut.

Dia mengecek pada Sabtu (24/2) lalu masih banyak jentik nyamuk di tempat penampungan air warga.

Ketika diulangi pada Kamis (29/2), situasi masih tidak banyak berubah.

Dari pengambilan sampel rumah sebanyak 20 rumah, ada 9 rumah yang masih ada jentik nyamuk.

Sementara itu, 11 rumah lainnya sudah bersih dari jentik nyamuk.

Namun, kebersihan dan pola hidup masyarakat perlu diperhatikan.

Pihaknya menjelaskan, beberapa waktu lalu ada warga yang sakit.

Gejala ringan mengarah ke chikungunya, seperti merasakan nyeri persendian dan sebagainya. Namun gejala itu sudah berangsur-angsur sembuh.

”Ada yang merasakan nyeri sendi. Tapi sudah pada masa fase penyembuhan,” ujarnya.

Dia menuturkan penyebaran chikungunya juga disebarkan oleh nyamuk selain DBD.

Lantas, pihaknya menggerakkan 6 kader jumantik memeriksa rumah warga.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Karangmalang dr. Yoesi Nirmiyanto menyampaikan saat ini terkait chikungunya di Desa Guworejo masih suspect atau dugaan.

Belum ada diagnosis pasti terkait chikungunya.

”Laporan pasien sudah minggu lalu, sudah kita cek. Sekarang kita PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) karena banyak jentik,” terang Yoesi.

Dia menegaskan sudah menggelar Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna cek pasien dan kondisi lingkungan.

Nyatanya di lapangan, kesadaran masyarakat untuk menguras penampungan air sangat kurang.

Yoesi menjelaskan suspect chikungunya hanya di Desa Guworejo.

”Mohon warga untuk bersihkan lingkungan masing-masing dengan menguras bak mandi seminggu sekali."

"Kesehatan tanggung jawab kita bersama, jadi dimulai dari diri sendiri untuk berperilaku hidup sehat,” beber dia. (din/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Chikungunya #sragen #nyamuk #jumantik