Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ayo Belajar Sejarah di Museum Dayu yang Lokasinya Tidak Jauh dari Solo, Ada Salah Satu Artefak Tertua di Indonesia

Reinaldo Suryo Negoro • Kamis, 29 Februari 2024 | 21:07 WIB
Museum Klaster Dayu (DOK.PRIBADI/ ELLEN FAHIRA AS SYAHRA)
Museum Klaster Dayu (DOK.PRIBADI/ ELLEN FAHIRA AS SYAHRA)

SOLOBALAPAN.COM - Warga Solo pecinta sejarah kiranya harus datang ke Museum Dayu yang berlokasi di Karanganyar.

Museum Dayu adalah destinasi yang telah resmi dibuka pada tahun 2015.

Museum ini merupakan klaster dari Museum Sangiran yang sudah cukup terkenal di kancah dunia kepurbakalaan internasional.

Museum ini terletak di Kabupaten Karanganyar tepatnya di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari pusat Kota Solo, pengunjung cuma perlu menempuh jarak kurang lebih setengah jam untuk mencapai Museum Dayu.

Dilansir dari laman Pesona Karanganyar, museum tersebut menyimpan banyak peninggalan dari peradaban manusia yang telah hidup berjuta-juta tahun yang lalu.

Lokasi ini juga menjadi tempat penemuan peradaban manusia yang berusia sekitar 1,2 juta tahun silam.

Penemuan tersebut merupakan salah satu artefak tertua yang ada di Indonesia.

Tak jarang, orang yang berkunjung untuk mendapat edukasi karena memang tempat ini sangat cocok sebagai bahan belajar sejarah.

Salah satunya adalah Lia (20), seorang pengunjung yang berasal dari Kabupaten Sragen.

Dia mengaku bahwa alasan berkunjung ke sini untuk lebih mengenal tentang sejarah.

"Mungkin bisa belajar sejarah di sekitar sini, dulu fosilnya ditemukan di sekitar sini gitu," ungkap Lia.

Museum ini merupakan salah satu museum klaster dari Sangiran yang letaknya cukup unik karena sudah melintas antarkota, yakni antara Sragen dengan Karanganyar.

Suasana di Museum Dayu terbilang asri, apalagi letak lokasi museum yang dekat dengan pedesaan seakan menambah suasana yang hangat.

"Suasanya bagus, di Dayu itu tamannya lebih luas ya. Mungkin lebih leluasa untuk bawa anak atau bawa keluarga gitu", ungkap Lia.

Selain belajar sejarah atau tempat foto yang asyik, tempat ini juga bisa sebagai tempat santai atau healing sejenak mengingat suasana di sekitar Dayu yang masih rimbun.

Untuk orang Solo yang berniat menjungi Museum Dayu, bisa berkunjung ke lokasi ini setiap Selasa-Minggu karena hari Senin tutup. (mg5/rei)

BERSAHAJA: Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim MH Said Abdullah. (DPC PDIP PAMEKASAN UNTUK JPRM)
BERSAHAJA: Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim MH Said Abdullah. (DPC PDIP PAMEKASAN UNTUK JPRM)
Photo
Photo
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Tertua #sejarah #artefak #indonesia #Museum Dayu #sangiran #solo