SOLOBALAPAN.COM - Berbagai cara unik di ekspresikan oleh para pendukung capres cawapres usai dilakukannya pemilu 2024.
Salah satu ekspresi pendukung capres yang unik yaitu yang dilakukan Mariyo, 52, Warga Dukuh Jetak, Desa Pringanom, Kecamatan Masaran.
Dia bernazar jika Prabowo-Gibran menang dan caleg pilihannya lolos DPRD Sragen akan jalan kaki menuju Jakarta.
Dia membawa pesan atas kemenangan Budiono Rahmadi jadi DPRD Sragen. Kemudian kemenangan Prabowo - Gibran.
Serta dilantiknya AHY jadi Menteri. Saat ditanya wartawan Mariyo memang berbazar untuk jalan kaki ke Jakarta.
Apalagi hasil hitung sementara, Prabowo-Gibran sudah unggul jauh.
"Mau ke Jakarta. Punya nazar, kalau Mas Bro (Budiono Rahmadi,red) menjadi dewan mau jalan kaki, sama Pak Prabowo jadi Presiden mau jalan kaki Sragen-Jakarta. Nazar Sudah lama. Sebelum pemilu," ujarnya
Dia mengaku mendukung dan mengidolai Budiono Rahmadi yang saat ini menjadi ketua DPC Partai Demokrat Sragen.
Dia berharap terpilih menjadi anggota DPRD sebagai langkah awal memimpin Sragen.
"Saya kan ngefans sama Mas Bro. Mungkin nanti bisa memimpin Kabupaten Sragen," ujarnya.
Terkait persiapan ke Jakarta, dia tidak ada persiapan khusus. Hanya membawa pakaian dan uang saku. Dia memperkirakan bisa 3 minggu sampai Jakarta.
Sedangkan Ketua DPC Partai Demokrat Sragen Budiono Rahmadi menilai Mariyo dikenal sebagai kader yang loyal dan unik.
Dia menyampaikan setiap ada konstilasi pileg, pilkada, pilpres selalu saja menjadi relawan.
"Tapi, belau tidak fanatik. Kadang-kadang relawannya sesuai dengan dianggap cocok atau mungkin yang dianggap sesuai dengan harapannya" terangnya.
Budiono yang juga akrab disapa Mas Bro mengaku kenal kenal sekitar 1,5 tahun yang lalu.
"Dalam hal mendukung, Dia sering mengadakan kegiatan kegiatan diluar program kita. Bahkan diluar anggaran yang kita anggarkan," jelasnya.
Beberapa hari lalu, Mas Bro juga sudah mendengar nazar tersebut. Namun dikira hanya bercanda dan tidak serius.
Tapi pada Jumat (23/2) siang justru datang ke rumah dan berpamitan menjalankan nazarnya. "Saya kira tidak serius, saya kaget tadi dipamiti. Saya arahkan untuk di Jakarta njujugnya di kantor DPP Demokrat di Jakarta," terangnya.
Pihaknya meminta kader demokrat di sepanjang jalan yang dilalui untuk memantau. Lantas setelah sampai, tim dari Sragen yang nyusul. "Pulangnya nanti biar dijemput," ujarnya. (din)
Editor : Nindia Aprilia