Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Gencar Lakukan Operasi Pasar Jadi Solusi Harga Beras yang Makin Melangit, Warga Solo Khawatir Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

Silvester Kurniawan • Kamis, 22 Februari 2024 | 18:58 WIB
BELUM TERKENDALI: Operasi pasar dilakukan di tengah harga beras tinggi di Pasar Kadipolo, Laweyan, kemarin (21/2).
BELUM TERKENDALI: Operasi pasar dilakukan di tengah harga beras tinggi di Pasar Kadipolo, Laweyan, kemarin (21/2).

SOLOBALAPAN.COM - Lonjakan harga beras sebabkan masyarakat khawatir untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Apalagi lonjakan harga berasnya cukup drastis dan pedagang juga ikut keluhkan kenaikan tersebut.

Pemkot bersama Bulog menggelar gerakan pasar murah melalui operasi pasar dan sembako murah di sejumlah kelurahan dan pasar tradisional di Solo.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, harga beras mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.

Hingga Rabu (21/2) ini harga beras medium masih berkisar di Rp 14.000-15.000 per kg, sementara beras premium berkisar antara Rp 16.000-17.000 per kg.

“Ada dua kegiatan operasi pasar dan sembako murah yang kami gelar bersama Bulog pada Februari-Maret. Ini kami lakukan sebagai upaya mengintervensi harga beras yang tinggi agar tidak terjadi panic buying,” terang Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Heru Sunardi, Rabu (21/2).

Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, operasi pasar dan sembako murah dimulai sejak 19 Februari hingga 15 Maret.

Pemkot menyasar kelurahan-kelurahan, sementara Bulog menggelar operasi pasar ke sejumlah pasar tradisional.

Dengan demikian tingginya harga beras saat ini bisa dikendalikan dengan intervensi di kelurahan dan pasar tradisional itu.

“Kalau langka sih tidak, hanya saja memang ada kenaikan karena mundurnya masa panen. Karena itu, kami jual dengan lebih murah ukuran 5 kg beras Bulog harganya Rp 52 ribu. Warga bisa membeli dua kantong sekaligus dengan menunjukkan KTP,” terang dia.

Wakil Pimpinan Cabang Bulog Solo Andre Ramadhan menambahkan, gerakan pangan murah yang dilakukan itu menyasar 2-3 kelurahan setiap harinya.

Sementara operasi pasar dilakukan sepekan sekali sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Kendati demikian, Bulog akan siap memperpanjang kegiatan tersebut jika memang diperlukan.

“Jadwalnya sampai Maret. Setelah itu akan kami evaluasi lagi. Tapi kalau diperlukan bisa diperpanjang. Bisa diulang di titik yang sama atau ke titik yang baru sesuai kebutuhan,” terang dia.

Bulog memastikan hingga saat ini pasokan beras untuk wilayah Solo Raya berkisar diangka 11-12 ribu ton. Pasokan ini dipastikan aman hingga memasuki musim panen mendatang.

“Saat ini beras mediumnya kami jual Rp 10.200 per kg, mingguminggu ini kami upayakan beras premium (HET Rp 13.900 per kg) masuk ke retail moderen,” beber Andre. (ves/bun)

Editor : Nindia Aprilia
#kebutuhan #kenaikan #beras #solo #pasar