Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Unik dan Menarik, TPS 46 di Solo Gelar Konsep Etnik Jawa Guna Ramaikan Pemilu 2024

Fauziah Akmal • Rabu, 14 Februari 2024 | 23:25 WIB
TPS Unik yang Ada di Kota Solo
TPS Unik yang Ada di Kota Solo

SOLOBALAPAN.COM - Solo memiliki beragam inovasi terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS), jika sebelumnya ada TPS dengan tema Valentine dan sekarang ada yang tak kalah unik.

Yaitu TPS 46 yang berlokasi di Kampung Gebang Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Uniknya, TPS ini mengusung tema etnik jawa yang cukup unik dan menarik bagi para pemilih yang datang ke lokasi untuk berikan hak pilihnya.

TPS yang berlokasi di Pendapa Ki Purbo Asmoro ini dihias dengan pernak-pernik etnik Jawa seperti jerami kering dan kendi.

TPS bertajuk Kampung Njawani ini menyediakan panggung yang menampilkan alunan musik Jawa dari gamelan dan sinden.

"Kita juga ada hiburan untuk para pemilih kita memakai gamelan secara live. Dan ini semua pure dari warga semuanya. Karena ini kita mengoptimalkan potensi wilayah yang ada, khususnya dari warga," kata Ketua RW 16 Gebang, Tri Marsudi.

Alunan tembang Jawa sudah dimainkan sejak pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, warga beserta anggota KPPS melakukan kirab sekira 10 meter menuju TPS 46.

Pemilih berdatangan menggunakan pakaian adat Jawa seperti kebaya ataupun batik.

Begitu memasuki TPS 46, para pemilih akan disambut among tamu yang mengenakan kostum prajurit, batik lurik, dan kostum tari srimpi.

Para petugas KPPS pun tampak mengenakan kebaya batik lurik bagi petugas wanita dan pakaian batik lurik juga ikat kepala bagi petugas pria.

Dikatakan Tri, pemilih Kampung Njawani itu memang sudah diarahkan untuk datang ke TPS mengenakan pakaian adat Jawa. Mereka bisa mengenakan kebaya, lurik, ataupun kain batik.

"Prajurit-prajurit dan juga sebagai among tamu, Semuanya kita memakai gending-gending Jawa dan juga lagu-lagu Jawa. Harapan saya ini juga sebagai memperkenalkan budaya Jawa kepada masyarakat, ternyata budaya Jawa yang adiluhung ini," sambungnya.

Dia mengatakan, konsep budaya Jawa tersebut diadakan untuk menarik minat masyarakat dalam gelaran Pemilu 2024 kali ini.

"Kami buat konsep Kampung Njawani sebagai daya tarik kepada masyarakat agar masyarakat itu semangat, berbondong-bondong untuk bisa menghadiri TPS ini," kata Tri Marsudi.

Dia berharap dengan adanya konsep TPS unik ini, tidak ada warganya yang golput dalam pemilu 2024.

Lebih lanjut, Tri berharap Kampung Njawani ini bisa menjadi kampung percontohan bagi kampung-kampung lainnya di Indonesia.

Pada pemilu kali ini, dia mengharapkan pemimpin yang terpilih akan peduli dengan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Salah satu pemilih, Sarah Adelia mengatakan antusias dengan konsep Jawa di TPS 46 Kampung Njawani.

Dia mengatakan pengalaman mencoblos kali ini lebih menarik. Berbeda dengan pemilu sebelumnya dia terdaftar di salah satu TPS di Sumber, Solo.

"Ini kan juga modelan Kampung Jawani, terus dengan pakai baju kebaya, ada hiburan-hiburan itu juga membunuh rasa bosannya kita yang antre. Yang tadinya juga mau golput pulang jadi nunggu dulu saja sambil nonton hiburan," kata perempuan yang akrab disapa Aya itu.

Aya yang hadir ke TPS 46 bersama keluarganya itu mengatakan, sangat mengapresiasi warga yang ikut berpartisipasi memeriahkan Pemilu 2024 dengan mengenakan pakaian adat Jawa.

Aya menilai warga antusias dengan adanya TPS unik tersebut.

"Masyarakatnya juga partisipasinya bagus, positif aja gitu untuk Kampung Njawani. Semuanya pada kompak-kompak." imbuhnya.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa guna meningkatkan antusias, mereka akan membuat konten-konten. (zia/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#unik #jawa #etnik #solo #tps