SOLOBALAPAN.COM - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo sudah memasuki usia 55 tahun.
Memasuki usia ini, PHRI berupaya meningkatkan tiga aspek yakni edukasi, fasilitasi, hingga digitalisasi.
Dilansir dari Radar Solo, hal ini dijelaskan oleh Ketua PHRI Surakarta Joko Sutrisno dalam konferensi pers di Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid pada Rabu (7/2).
"Kami akan membenahi serta meningkatkan kinerja periode sebelumnya dan yang belum pernah dikerjakan," kata Joko.
"Dengan menajamkan segi edukasi, fasilitasi, dan digital," jelasnya.
Disebutkan Joko, upaya digitalisasi itu telah terwujudkan dengan aktivasi media sosial dan website PHRI.
Media sosial dan website itu sendiri digunakan sebagai sarana komunikasi customer dengan pelaku perhotelan dan pariwisata.
Dari aspek fasilitasi, pihaknya juga berkomitmen memfasilitasi kompetensi di masyarakat, terutama melalui lembaga pendidikan, ajang perlombaan, hingga pameran table top.
"Kemudian sisi edukasi, tiap sebulan sekali kami melakukan diskusi dengan menghadirkan narasumber industri perhotelan yang sukses, supaya value kesuksesan itu menular ke anggota yang lainnya," sambung Joko.
Sementara di momen hari ulang tahun PHRI ini, pihaknya menggelar perayaan dengan berbagai lomba yang diikuti puluhan staf industri perhotelan hingga siswa-siswi SMK.
Lomba-lomba yang diadakan itu, antara lain, Fruit & Vegetable Carving, Cooking Kreasi Nasi Goreng Ikan Asin, dan Folding Napkin.
Ada juga lomba lain, seperti, Tray Racing, Making Bed, Towel Art, dan Hospitality Guest Relation Officer.
"Kami juga mengadakan kirab gunungan tanggal 25 Februari di car free day," kata Joko.
"Kemudian nanti perayaan ditutup dengan pertunjukan ketoprak oleh para anggota," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris PHRI Surakarta, Basid Burhanudin menambahkan, perayaan HUT kali ini memang berbeda.
Diakui Basid, pihaknya fokus pada peningkatan skill dan kompetensi anggota.
Hal itu bertujuan agar PHRI bisa terus mendorong potensi kepariwisataan Solo Raya.
"Sebab berdasarkan laporan PAD Surakarta tahun 2023, hotel dan restoran itu menjadi penyumbang terbesar," jelas Basid.
"Dimana tahun lalu realisasi PAD Surakarta mencapai Rp 150 miliar. Dengan rincian sekitar Rp 50 miliar dari hotel dan sekitar Rp 80 miliar dari restoran," urainya. (ul/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro