Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Anggap Aksi Mahasiswa di Depan Balai Kota Solo Settingan, BEM UNS Sebut Beberapa Ciri-cirinya

Silvester Kurniawan • Rabu, 7 Februari 2024 | 02:17 WIB

Gabungan BEM dari berbagai univeristas di Indonesia menggelar aksi di depan Balai Kota Solo, Senin (18/12). (SILVESTER K/RADAR SOLO)
Gabungan BEM dari berbagai univeristas di Indonesia menggelar aksi di depan Balai Kota Solo, Senin (18/12). (SILVESTER K/RADAR SOLO)
 

SOLOBALAPAN.COM - Aksi damai ratusan mahasiswa di depan Balai Kota Solo pada Selasa (6/2) membuat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersuara.

Pasalnya, aksi tersebut dilakukan dengan atas nama Aliansi Mahasiswa Soloraya - Untuk Kepemimpinan Bermartabat (AMSR-UKB) dengan melayangkan tuntutan kepada Gibran Rakabuming Raka jika berhasil menjadi wakil presiden.

BEM UNS memastikan mereka tidak terlibat dalam bagian mahasiswa yang melakukan aksi damai tersebut.

Mereka menduga aksi itu merupakan settingan untuk kepentingan tertentu. 

Dilansir dari Radar Solo, Presiden BEM UNS Periode 2023-2024, Hilmi Ash Shidiqi menegaskan bahwa BEM UNS tidak terlibat dalam aksi itu pada Selasa (6/2) sore .

Meski demikian BEM UNS melihat gerakan-gerakan sejenis memang masif digelar di beberapa daerah dalam beberapa waktu terakhir. 

"Yang jelas BEM UNS nggak terlibat di dalam situ," ungkap Hilmi.

"Melihat dari beberapa daerah kemarin di Semarang ada, di Sumatera Barat juga ada, di Lampung juga ada."

"Kayaknya ada permainan agar seolah-olah ini suara mahasiswa untuk menitipkan janji-janjinya."

"Sangat disayangkan aksi-aksi seperti itu mengklaim sebagai mahasiswa tapi dari mahasiswa sendiri tidak tahu menahu aksi tersebut," kata kemarin. 

Pihaknya melihat pola yang mirip atas gerakan-gerakan yang mengatasnakan aksi mahasiswa itu.

Mereka biasanya mendukung Prabowo-Gibran, ingin menitipkan janji dengan memberikan kajian itu.

Dilihat dari aksinya pun tidak seperti aksi mahasiwa dengan baner-bener dengan poster editan yang cukup formal.

Dan yang paling jelas, biasanya aksi mereka ditemui langsung oleh timses 02. 

"Kalau di Solo ditemui siapa? Nah itu polanya mirip-mirip seperti itu (ditemui Gibran, Red) kalau di daerah itu mereka diajak masuk di posko pemenangan," ujar Hilmi.

"Menurut saya agak aneh saja menitipkan janji-janji seperti itu."

"Harusnya janji itu dikawal dari jauh hari dan kalau menitipkan itu harusnya ke semua yang sedang berkompetisi."

"Bagusnya ditujukan ke ketiganya, bukan ke salah satu pihak. Apalagi kalau diterima masuk kantor."

"Mungkin ini setingan yang diolah untuk kepentingan tertentu," katanya. 

Pihaknya menegaskan hal-hal seperti ini banyak terjadi di berbagai daerah.

Dia lantas meminta pihak-pihak yang berkepentingan tidak lagi mengatasnamakan suara mahasiswa.

Hilmi juga sangat menyayangkan karena keresahan-keresahan yang disampaikan tidak mewakili keresahan yang ada di masyarakat.

Selain itu, aksi itu juga tidak malalui konsolidasi dan bisa mencoreng suara mahasiswa itu sendiri. 

"Itu pasti ada peserta yang dari luar mahasiswa, pasti ada juga massa yang dipakaikan almamater," papar Hilmi.

"Kami bersama elemen lain sudah meningkatkan kosolidasi untuk melakukan langkah selanjutnya. Kita tunggu forum konsolidasi terlebih dahulu," beber dia. (ves/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#gibran #mahasiswa #BEM UNS #aksi #balai kota #solo