Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Rela Hujan-hujan Demi Ikuti Grebeg Sudiro, Wujud Nyata Antusiasme Warga Solo dan Sekitarnya pada Semangat Pluralisme

Silvester Kurniawan • Senin, 5 Februari 2024 | 21:54 WIB
BERBAUR: Aksi liong barongsai menyemarakkan kirab Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede kemarin (4/2). Foto bawah, kesenian lokal pun ikut tampil. (M IHSAN/RADAR SOLO)
BERBAUR: Aksi liong barongsai menyemarakkan kirab Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede kemarin (4/2). Foto bawah, kesenian lokal pun ikut tampil. (M IHSAN/RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM – Hujan yang mengguyur Kota Solo pada Minggu (4/2) sejak siang hingga sore agaknya tidak menjadi penghalang masyarakat untuk menyaksikan Grebeg Sudiro.

Grebeg Sudiro sendiri merupakan event tahunan yang digelar untuk memeriahkan Hari Raya Imlek.

Terbukti, kawasan Pasar Gede dipadati masyarakat yang sudah tidak sabar menyaksikan kirab budaya siang itu.

Mereka tampak betah menanti prosesi kirab walau harus bertahan di tengah rintik hujan.

Masyarakat juga antusias mengikuti proses acara hingga pembagian kue keranjang,

Antusiasme ini diluapkan oleh salah satu pengunjung berusia 20 tahun warga Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, bernama Andreas Purnomo. 

“Kebetulan tahun lalu saya tidak ke sini, makanya tahun ini sengaja datang.,” kata Andreas seperti dikutip dari Radar Solo.

Meski harus menunggu cukup lama, masyarakat yang tumplek-blek tampak betah sekalipun iring-iringan peserta kirab baru berjalan pada pukul 14.55.

Mereka bertahan di tengah hujan sembari mengabadikan sejumlah momen menarik seperti kostum unik hingga atraksi ciamik dari para peserta kirab.

“Lumayan deras. Tapi tetap ramai. Untung sudah persiapan bawa payung dari rumah,” imbuhnya.

Selang satu jam kemudian, momen yang ditunggu-tunggu pun tiba.

Masyarakat yang rela bertahan di tengah hujan itu akhirnya bisa mengikuti pembagian kue keranjang yang sebelumnya diarak dari sebuah jodang.

Tak perlu menunggu lama, ratusan kue keranjang yang disusun tinggi itu ludes dalam hitungan menit.

“Tidak sempat ikut rebutan yang dari jodangnya, tapi dapat yang dilempar dari atas panggung tadi," beber Siti Rahmawati.

"Saya dapat dua, rencananya mau saya kukus dan makannya ditambah santan,” ungkap pengunjung asal Semarang itu.

Kirab budaya ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan yang dihelat dalam pelaksanaan Grebeg Sudiro.

Kirab budaya kali ini dimeriahkan berbegai kelompok masyarakat dari berbagai kelurahan dan umum dengan menampilkan kreativitas dari wilayah masing-masing sebagai bentuk dari semangat plurarisme di Kota Bengawan.

“Tema tahun ini akulturasi dan kebinekaan. Grebeg Sudiro ini wujud interaksi sosial atas keragaman budaya yang ada di Solo,” papar Lily Yowanita.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengapresiasi antusiasme masyarakat yang rela hujan-hujanan untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Dia berharap tahun depan Grebeg Sudiro bisa makin meriah dan semakin baik dalam pelaksanaannya.

Event ini sudah masuk kalender event nasional jadi harus semakin baik dari tahun ke tahun,” ujar Teguh. (ves/bun/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#hujan #imlek #pluralisme #grebeg sudiro #antusias #solo