Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Merasa Pemerintah Lebih Berpihak Aktivis Pecinta Binatang, Pedagang Daging Anjing Solo Raya: Kami Terus Digencet

Silvester Kurniawan • Kamis, 1 Februari 2024 | 21:46 WIB
Para pedagang anjing melakukan protes kepada pemerintah di depan Balaikota Solo pada Kamis (1/2) (SILVESTER K/RADAR SOLO)
Para pedagang anjing melakukan protes kepada pemerintah di depan Balaikota Solo pada Kamis (1/2) (SILVESTER K/RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM - Protes dilayangkan puluhan pedagang kuliner daging anjing se-Solo Raya di depan Balaikota Solo pada Kamis (1/2).

Aksi protes di depan kantor wali kota itu diharapkan agar Pemerintah Kota Solo tidak menerbitkan perwali atau perda yang melarang pedagang berjualan menu olahan daging anjing.

Protes dilakukan dengan cara membentangkan spanduk bertuliskan 'KAMI BUTUH KEADILAN DAN SOLUSI' sambil berjalan kaki.

Berbagai spanduk secara gamblang mengkritisi desakan dari kelompok/komunitas/aktivis pecinta binatang yang selama ini mendesak pedagang untuk tutup usaha.

Mereka mempertanyakan apakah organisasi mereka itu berani memberi jaminan pada kelangsungan hidup pedagang. 

Dilansir dari Radar Solo, hal ini disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Daging Anjing se-Solo Raya, Agus Triyono dalam orasinya.

"Pemerintah malah berpihak pada organisasi-organisasi itu dan malah kami yang terus digencet dari tahun ke tahun sampai saat ini," kata Agus.

Pihaknya meminta negara bisa berlaku adil menimbang belum adanya aturan tegas yang benar-benar melarang konsumsi daging anjing.

Oleh sebab itu pedagang turut menyebut sosok Presiden Joko Widodo, Plt Gubernur Jateng, Wali Kota Surakarta, dan Ketua DPRD Kota Surakarta agar bisa memberi kepastian.

Para pedagang itu berharap tetap bisa bekerja lantaran saat ini mereka telah tutup sebulan semenjak penangkapan pengiriman anjing oleh Polrestabes Semarang awal Januari lalu. 

"Kami harap bapak ibu pemangku pemerintahan dan pengambil kebijakan bisa mengayomi kami sebagai warga negara Indonesia."

Khususnya kami pedagang daging anjing atau hewan non pangan lainnya," tegas dia. 

Aksi yang dilakukan di depan kantor Pemerintah Kota Surakarta itu dilakukan sebagai rangkaian aksi protes dari pedagang kuliner dagung anjing se-Solo Raya yang sebelumnya sempat dilakukan di Kabupaten Klaten.

Pedagang meminta pemerintah tidak serampangan dalam membuat kebijakan sehingga justru malah memberikan ketidakadilan pada pedagang kecil seperti mereka. 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Daging Anjing Kabupaten Sukoharjo, Danny Kristiawan berharap mereka tetap bisa berjualan.

"Tuntutan kami hanya dua, supaya kami bisa berjualan lagi dan diberi jalan agar bisa mengambil anjing dari lintas provinsi ke sini," kata Danny.

"Kalau mau buat perda kami minta dilibatkan, kalau mau audiensi kami minta dipertemukan sama DMFI dan Animal Hope Shelter."

"Kalau mereka masih memaksa untuk menutun usaha kami, kami akan melawan," tegasnya. (ves/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#pedagang #daging anjing #solo #protes #pemerintah