Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Hujan Deras Guyur Solo Raya, Sebabkan Talut di Perbatasan Klaten-Gunungkidul Longsor, Dua Rumah Jadi Korban

Angga Purenda • Kamis, 1 Februari 2024 | 16:33 WIB
Dampak longsor di Dusun Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno pada Rabu (31/1)
Dampak longsor di Dusun Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno pada Rabu (31/1)

SOLOBALAPAN.COM - Hujan deras yang belakangan ini guyur wilayah Solo Raya sebabkan berbagai bencana akibat banyaknya air yang masuk ke tanah.

Salah satunya talut di perbatasan Kabupaten Klaten-Gunungkidul mengalami longsor pada Rabu (31/1).

Longsornya talut ini sebabkan dua rumah jadi korban. Kedua rumah tersebut berada di Dusun Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno.

Meski ada dua rumah yang terkena longsoran talut, dalam kejadian ini tidak memakan korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Limpasan air dari wilayah Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul langsung ke Dusun Bometen, Desa Ngandong, Gantiwarno. Klaten.

Hal ini dikarenakan tidak adanya saluran air ke sungai. Mengingat di lokasi terdapat aktivitas penambangan tanah uruk yang berada di wilayah Kalurahan Serut.

Kondisi itu menjadikan limpasan air semakin deras hingga menggerus talut jalan. Akhirnya terjadi longsor dan menimpa dua rumah yang ada di bawahnya.

Sebagai informasi talut yang ada diperbatasan itu juga menjadi jalan kampung setempat. Sekaligus sering kali dilintasi oleh armada truk pengangkut material tanah uruk karena adanya aktivitas penambangan di wilayah Gunungkidul tersebut.

“Longsor terjadi sekira Pukul 14.00 saat terjadi hujan deras. Dikarenakan jalan (sekaligus menjadi talut) tidak ada salurannya, menjadikan (air) menggenang di lokasi. Menghantam talut sehingga longsor,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (31/1).

Lebih lanjut, Syahruna menjelaskan akibat dampak longsor membuat salah satu dua rumah mengalami kerusakan di bagian belakang.

Sedangkan satu rumah lainnya terancam ambrolnya talud apabila intensitas hujan tetap tinggi.

Syahruna menyebut, ada delapan jiwa dari dua rumah terdampak itu yang mengungsi ke kediaman kerabatnya.

BPBD Klaten pun siap mendukung terkait logistik untuk kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

“Untuk sementara jalan (talut yang longsor) kami tutup karena kalau dilintasi menjadikan longsor tambah meluas. Kami juga akan berkoordinasi dengan Gunungkidul terkait penanganan talut ini seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Gantiwarno Veronica Retno Setyaningsih membenarkan terkait longsor yang terjadi di Dusun Bometen menimpa dua rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tapi ada delapan jiwa yang dievakuasi dari dua rumah itu. Tadi dari BPBD yang langsung melakukan evakuasi,” ujarnya. (ren/nda)

Pose bersama saat acara Musyawarah dan Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Bojonegoro.
Pose bersama saat acara Musyawarah dan Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Bojonegoro.
Editor : Nindia Aprilia
#Talut #klaten #gunung kidul #solo raya #longsor