SOLOBALAPAN.COM – Jelang perayaan Imlek pada 10 Februari mendatang, kini pesanan buah impor makin alami peningkatan di Kota Solo.
Salah satunya pedagang buah di Pasar Gede Solo yang kini mulai dibanjiri pesanan buah untuk Imlek.
Sementara itu, pernak-pernik lampion juga makin semarak di kawasan Pasar Gede Kota Solo.
Salah satunya adalah lapak milik Nyonya Jumadi, 45, yang menerima lonjakan permintaan sejak seminggu lalu.
"Sudah banyak pesan atau booking, untuk hantaran pakai buah. Semuanya sudah pada pesan, tapi pengirimannya kami lakukan dari tanggal 1 Februari besok," terang dia saat ditemui di lapaknya, kemarin (29/1).
Buah-buahan memang identik digunakan umat Tionghoa sebagai hantaran, suvenir, jamuan, hingga keperluan sembahyang saat Hari Raya Imlek.
Buah-buahan yang paling dicari adalah jeruk, apel, jeruk nipis, dan pir. Harganya bermacam-macam sesuai isi dan desain kemasan.
Packaging dengan desain shio naga pun juga menjadi paling banyak diburu pelanggan.
Di mana rata-rata pemesan berasal dari kalangan korporasi perusahaan, perkantoran, perbankan, hingga rumah tangga.
"Ada yang mulai harga dari Rp 200 sampai Rp 300 ribuan dengan packaging agak kecil. Kalau untuk yang besar ada seharga Rp 600 ribuan, dengan isi 14 kg buah jeruk," jelasnya.
Jumadi mendapat pasokan buah-buahan impor dari Tiongkok, Australia, Jepang, dan negara lainnya.
Dia menyebut, saat ini harga buah impor rata-rata turun hingga 20 persen.
"Saya dapat kirimannya dari banyak negara. Dan harganya lagi turun. Karena memang lagi musim buah," terangnya.
Hingga saat ini, telah ada ratusan pesanan buah yang masuk di lapaknya. Hari Raya Imlek tahun lalu dia bisa mencapai 500 hingga 600 pesanan.
Di tahun ini dia pun berharap bisa mencapai atau melebihi jumlah pesaan tersebut.
"Rata-rata pembeli dari Jakarta dan dibagikan ke wilayah Solo sini saja," terangnya.
Terpisah, seorang pedagang buah lain, Sumarsini menyebut juga mengalami peningkatan penjualan.
Meski belum signifikan, pihaknya mencatat telah ada puluhan pesanan.
Apel ukir atau tato menjadi buah yang paling laris. Harga yang dia patok mulai dari Rp 300 ribuan per kotak kemasan.
Sumarsini juga menyebutkan bahwa biasanya lonjakan yang paling ramai yaitu saat mendekati H-5 Imlek.
Selain dari Kota Solo, ternyata pesanan buah juga berasal dari Sragen, Purwodadi, dan luar kota lainnya. (ul/bun/nda)