SOLOBALAPAN.COM - Penyebab kematian balita berusia tiga tahun di Dusun Sajen, Desa Guli, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali berinisial SN mulai terkuak.
SN meninggal di tangan pria berusia 26 tahun yang merupakan bapak tirinya sendiri pada 22 Januari lalu.
Dilansir dari Radar Solo, korban dianiaya sang ayah tiri lantaran tak mau disuruh tidur siang pada Senin (22/1).
Tersangka lantas memegang kepala belakang korban dan mendorong kepala korban hingga membentur pintu kamar. Korban yang lemas akhirnya tertidur
Sorenya, saat dimandikan, korban sudah terlihat lemas.
Tersangka dan orang tuanya lantas membawa korban ke Puskesmas Nogosari.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Tetangga dan keluarga korban sempat mencurigai luka memar di kepala korban.
Namun, pelaku beralasan jika korban terjatuh.
Korban lantas dimakamkan pada Senin malam.
Kejanggalan tersebut lantas dilaporkan kakek kandung korban ke Polres Boyolali.
Empat hari setelah pelaporan atau Jumat (26/1), ayah tiri korban diamankan.
Ekshumasi atau pembongkaran makam korban yang ada di pemakaman Dusun Sajen, Desa Guli, Kecamatan Nogosari pun dilakukan pada Sabtu (28/1).
Pembongkaran ini dilakukan demi melakukan autopsi atas jasad korban.
Autopsi ini diketahui dilangsungkan di RS Bhayangkara Solo pada hari yang sama dengan hari pembongkaran makam.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, ditemukan pendarahan otak kiri dan retak pada tulang tengkorak kiri.
Kendati demikian, hasil autopsi secara resmi disebutkan baru akan keluar Senin (29/1).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi.
"Dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat pendaharan pada otak kiri dan retak pada tengkorak kepala kiri akibat kekerasan benda tumpul," kata Petrus.
"Kami masih menunggu surat hasil otopsinya kemungkinan besok (29/1) tiba," jelasnya pada Minggu (28/1).
Ditanya soal penyebab kematian korban, Petrus menjawab ada kemungkinan karena pendarahan otak kiri.
"Sepertinya demikian. (Penyebab,Red) Pendarahan pada otak kiri," tambahnya.
Proses autopsi selesai pada hari itu juga. Jenazah SN langsung dimakamkan pada Sabtu (27/1).
Berdasarkan permintaan sang Kakek Kandung, JM,53, jenazah korban dimakamkan di Solo.
Petrus juga membenarkan, bahwa SN diduga meninggal dunia saat perjalanan ke Puskesmas Nogosari pada 22 Januari lalu.
Lantaran hasil penyelidikan, korban sudah dinyatakan meninggal dunia setibanya di Puskesmas.
"Surat resminya (Hasil autopsi,Red) sepertinya akan turun besok Senin (29/1)," tandasnya. (rgl/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro