Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Revitalisasi Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Dimulai, Masyarakat Solo Dibuat Penasaran dengan Kandang Kebo Bule Terbaru

Antonius Christian • Sabtu, 27 Januari 2024 | 01:03 WIB

 

SIAP DIBENAHI: Kandang kebo bule yang ada di alun-alun selatan.
SIAP DIBENAHI: Kandang kebo bule yang ada di alun-alun selatan.

SOLOBALAPAN.COM – Proyek revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta jadi sorotan. Salah satunya terkait fasilitas kandang kebo bule Solo.

Masyarakat penasaran dengan fasilitas yang akan diberikan kedepannya nanti dan ingin melihat perbedaan kandang kebo bule Solo.

Ketua LDA GKR Wadasari mengatakan, pihaknya baru saja menyelesaikan pertemuan dengan pelaksana proyek, serta pemerintah terkait revitalisasi keraton.

Dia menuturkan bahwa kesepakatan baru didapat dari semua pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi.

Namun untuk saat ini, kesepakatan baru mencakup dari Gladak sampai kawasan alun-alun utara.

Sementara untuk revitalisasi alun-alun selatan masih dalam pembahasan.

"Mulai dari Gladak dulu, dan ini persiapan-persiapan bikin barak untuk kantornya," ujar wanita yang akrab dipanggil Gusti Moeng ini.

Lebih lanjut, ada sejumlah perubahan yang terjadi dalam kesepakatan. Seperti pembatalan penggunaan pasir untuk area lapangan alun-alun karena alasan tertentu.

"Ini kami habis rapat di keraton dengan semua, PUPR, BPCB, BPK, ada KPK juga. Intinya menyetujui mana-mana saja sesuai gambar itu yang disepakati," tuturnya. 

"Karena dari awal keraton itu tidak dilibatkan dalam perencanaan. Sehingga waktu akan berjalan, kami mempertanyakan dalam arti itu patokannya zaman PB X." sambungnya.

"Ya sudah kami kasihkan alasan-alasannya bahwa alun-alun itu zaman PB X sudah berupa rumput, baik utara maupun selatan (tidak pasir)," lanjutnya.

Sementara untuk di kawasan alun-alun selatan masih tertunda lantaran belum adanya kesepakatan terkait kandang kebo bule.

"Kawasan ini kan juga harus dipikirkan karena kebonya jadi enam kelompok. Kalau dijadikan satu kami nggak ternak kerbau."urai Gusti Moeng.

"Dulunya kebo itu dibiarkan begitu saja dan menjadi open-openane masyarakat Surakarta. Karena kami dulu kerajaan, dan pusat pemerintahan. Dulu ini adalah lelangen, binatang kesayangan raja dan semua melu ngopeni," lanjutnya.

Sementara untuk kandang kebo bule yang masih belum ada kesepakatan diakui Gusti Moeng lantaran tidak sesuai ketentuan.

"Kalau alun-alun utara sudah sepakat tetap rumput. Dan yang selatan masih dalam pemikiran soal kandang kerbau itu." ucapnya.

"Karena ada satu kelompok itu saya titipkan. Saya kasih makan, dan yang ngurus saya gaji di Pengging. Itu sekarang ada sembilan dan pejantannya tiga. Ya sudah repot saya," lanjutnyanya.

Waktu pengerjaan revitalisasi alun-alun utara, kabarnya akan berjalan hingga Juli mendatang. LDA juga memiliki catatan soal masalah drainase di alun-alun utara

"Drainasenya juga harus (digagas) karena kalau pas hujan terjadi genangan air yang luar biasa di sisi timur dan utara (alun-alun utara)," tuturnya. (atn/nik/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Keraton #kasunanan surakarta #revitalisasi #solo #kandang #kebo bule