Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Warga Solo Harus Tahu, Ternyata Batik Kawung Mempunyai Makna Sepenting Ini

Reinaldo Suryo Negoro • Kamis, 25 Januari 2024 | 02:42 WIB
Motif dasar batik kawung yang ternyata punya makna mendalam yang wajib diketahui  warga Solo (DOK.P2K.STEKOM.AC.ID)
Motif dasar batik kawung yang ternyata punya makna mendalam yang wajib diketahui warga Solo (DOK.P2K.STEKOM.AC.ID)

SOLOBALAPAN.COM - Batik merupakan salah satu kain yang bisa digunakan sebagai pakaian maupun yang lainnya dan sudah ada sejak zaman dulu.

Di Solo, terdapat banyak motif-motif kain batik yang terus berkembang. Batik kawung adalah salah satunya.

Batik ini memiliki unsur, filosofi dan makna seperti pada batik umumnya.

Motif kawung yang berbentuk mirip buah kawung, yaitu sejenis buah kelapa atau bisa disebut dengan buah kolang-kaling.

Berdasarkan informasi dari laman p2k.stekom.ac.id, motif ini juga ditafsirkan sebagai gambar bunga lotus (Teratai) dengan empat lembar mahkota bunga yang merekah.

Lotus sendiri merupakan bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian.

Motif batik kawung ini memiliki makna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.

Kata suwung sendiri memiliki makna kosong.

Selain itu, motif ini juga menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna.

Kekosongan ini membuat seseorang netral, tidak berpihak, dan tidak ingin menonjolkan diri.

Mereka juga tidak mengikuti arus kehidupan dan membiarkan segala sesuatu yang ada disekitarnya berjalan sesuai dengan kehendak alam.

Dalam pewayangan, motif kawung ini dikenakan oleh Semar yang merupakan manusia titisan dewa yang berakhlak sangat baik dan bijasana.

Umumnya, motif-motif kawung diberi nama berdasarkan ukuran besar kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu dan kombinasi dengan motif batik lain.

Jika berdasarkan ukuran, motif kawung dinamai dengan nama-nama koin yang beredar pada zaman penjajahan Belanda.

Nama-nama batik kawung ini antara lain, kawung picis, kawung bribil/gidril, kawung sen, dan kawung kemplong.

Jika berdasarkan desain, ada kawung beton, kawung cacah gori, kawung geger, kawung kopi/sari, kawung sekar ageng, dan kawung semar.

Beda halnya lagi jika membicarakan jenis motif kawung berdasarkan kombinasi.

Contoh dari motif kawung berdasarkan kombinasi adalah kawung buntal, kawung kembang, dan kawung seling.

Pada keraton, batik kawung merupakan salah satu batik yang memiliki aturan ketat tentang siapa dan kapan corak ini boleh dipakai.

Jika pada masyarakat, umumnya digunakan dengan luwes dan bervariasi pada berbagai acara, seperti tedhak siten, pernikahan, dan pemakaman.

Beberapa orang berpendapat bahwa corak ini memiliki pengharapan agar usaha keras yang mebuahkan hasil dan mendapatkan rezeki yang berlipat ganda. (mg8/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#makna #batik #solo #kawung