Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lalui Sejumlah Hambatan, Proyek Revitalisasi Keraton Kasunanan di Kota Solo Akhirnya Dimulai

Silvester Kurniawan • Senin, 22 Januari 2024 | 22:44 WIB

 

 

Penataan Keraton Solo diawali dari kawasan Gladak, alun-alun utara dan selatan. Tampak alat berat mulai mengeruk tanah. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Penataan Keraton Solo diawali dari kawasan Gladak, alun-alun utara dan selatan. Tampak alat berat mulai mengeruk tanah. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM – Proyek revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta akhirnya mulai dikerjakan.

Sebenarnya, tahapan proyek keraton kebanggaan wong Solo ini telah dimulai sejak pertengahan 2023 lalu.

Hal itu beriringan dengan rampungnya paparan detail engineering design (DED) penataan di dua kawasan alun-alun dan koridornya.

Namun, proyek revitalisasi salah satu destinasi wisata di Solo ini sempat mengalami beberapa hambatan.

Lelang pertama pada September lalu gagal karena pemenang tak mampu memenuhi persyarakat sehingga proyek tersebut harus tender ulang.

Tender ulang pun mengalami sejumlah keterlambatan sehingga yang semula diperkirakan rampung awal Desember akhirnya baru klir di akhir Desember 2023.

Berdasarkan keterangan dari penanggung jawab proyek nasional itu, nilai kontrak yang sebelumnya Rp 36,7 miliar (nilai pagu) itu berubah menjadi Rp 29 miliar di akhir lelang.

Hal ini diterangkan oleh Kepala Balai Perencana Pembangunan Wilayah Jawa Tengah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kuswara, Minggu (21/1).

“Kontraknya baru rampung Desember 2023," katanya.

"Jadi kami ke lapangan baru di awal Januari ini."

"Nilai kontraknya jadi Rp 29 miliar koma sekian lah," ujar Kuswara.

Sejak awal Januari lalu, pihakya mulai menyiapkan sejumlah kebutuhan di lapangan.

Dari persiapan material dan sejumlah alat berat penunjang pekerjaan kontruksi.

Pada tahap awal ini pekerjaan fokus pada persiapan lahan di mana rumput yang ada di kedua alun-alun itu dikeruk sebelum penataan dilakukan.

“Sudah mulai tahap awal berupa pengerjaan lapangan dan penyiapan-penyiapan pekerjaan (kontruksi, Red)," lanjutnya.

"Pengerukan rumput itu proses awal, berjalan di dua alun-alun."

"Namun kondisional menyesuaikan penggunaan peralatan atau teknis yang dibutuhkan di lapangan,” terang dia.

Untuk memperlancar pekerjaan di lapangan, dia akan lebih intens berkomunikasi dengan pihak Keraton Kasunanan Surakarta, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Solo.

Dia optimistis proyek nasional itu mampu diselesaikan hingga akhir September 2024.

“Dalam proses pelaksanaannya nanti akan dikawal oleh tim ahli yang memungkinkan penyesuaian di lapangan terkait penanganan cagar budayanya,' bebernya.

"Target selsai September, tapi kalau bisa lebih cepat malah,” papar Kuswara.

Dalam sepekan terakhir sejumlah alat berat sudah mulai dioperasikan di alun-alun utara dan selatan.

Dalam beberapa hari terakhir ini, alat berat sudah mulai melakukan pengerukan sejumlah rumput di dua alun-alun tersebut.

Pada Sabtu (20/1)  pihak keraton pada Sabtu (20/1) lalu menggelar wilujengan untuk mengawali penataan di sejumlah titik vital milik keraton guna mendukung proyek ini

“Wilujengan ini merupakan tradisi adat berupa nyuwun lilah untuk memberitahu leluhur bahwa akan ada pembenahan alun-alun utara dan selatan,” terang adik kandung Raja Kasunanan Surakarta PB XIII Hangabehi, GKR Wandansari Koes Moertiyah.

Berdasarkan perencanaan awal, penataan kawasan alun-alun akan dimulai dari koridor Gladak, area utama alun-alun beserta pedestrian dan drainasenya, hingga penataan alun-alun selatan beserta kawasan di sekelilingnya.

Rencananya alun-alun utara akan dikembalikan ke fungsinya jadi lapangan terbuka dengan alas pasir.

Sementara di alun-alun selatan akan ditata lebih baik dengan menata pedagang di sekitarnya.

“Pekerjaan di Gladak, alun-alun utara dan selatan dikerjakan bersamaan."

"Tentu dari pihak keraton masih sering berkomunikasi dengan pelaksana agar pekerjaan-pekerjaannya tepat."

"Tidak malah mengurangi fungsi keraton sebagai living heritage ini,” imbuh KP Eddy Wirabhumi, suami Gusti Moeng. (ves/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#keraton kasunanan surakarta #revitalisasi #solo