SOLOBALAPAN.COM - Gibran Rakabuming Raka disarankan berbagai pihak untuk mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Solo.
Cutinya untuk kampanye dianggap mengganggu laju birokrasi pemerintahan Kota Solo.
Sejumlah regulasi disebut jalan di tempat karena sejumlah peraturan daerah (perda) yang sudah dirumuskan belum juga ditindaklanjuti karena belum ada perwali.
Kendati demikian, Ketua Fraksi Golkar-PSI DRPD Kota Solo Taufiqurrahman menyebut mundurnya Gibran sekarang malah akan memicu masalah.
"Saya kira kalau mundur nanti malah program yang telah dibangun tidak berjalan," tutur Taufiqurrahman seperti dikutp dari Radar Solo.
"Jadi menurut saya tidak perlu. Masih banyak masyarakat yang mendukung Gibran merampungkan programnya dulu," katanya.
Menurutnya, yang terpenting tidak ada aturan yang dilanggar sebagai wali kota.
Lebih lanjut, Taufiqurrahman mengatakan apabila Gibran mengundurkan diri sekarang, prosesnya akan lebih lama.
Padahal, Pemilu 2024 akan berlangsung pada 14 Februari mendatang alias kurang dari sebulan lagi.
"Prosesnya lama itu, harus diajukan dulu. Kemudian disampaikan ke dewan, setuju atau tidak," lanjutnya.
"Itupun nanti keluar putusan pasti setelah pemilu. Jadi buang-buang waktu," urai imbuh pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Solo ini. (rei)