Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Dampak Penutupan Akses Joglo di Solo, Pedagang Keluhkan Adanya Penurunan Omzet Penjualan

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 19 Januari 2024 | 22:02 WIB
SEPI: Pedagang Pasar Darurat Joglo tengah menanti pembeli, kemarin.
SEPI: Pedagang Pasar Darurat Joglo tengah menanti pembeli, kemarin.

 

SOLOBALAPAN.COM – Dampak adanya pembangunan Underpass Joglo dirasakan oleh sejumlah pedagang di pasar darurat.

Hal tersebut dikarenakan adanya penutupan akses lalu lintas di Jalan Ki Mangunsarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda sejak Senin, 15 Januari 2024.

Pedagang yang berjualan di pasar darurat mengeluhkan adanya penurunan omzet pasar karena sepi pembeli.

Ngadinem, 70, salah seorang penjual buah-buahan mengaku, pendapatannya menurun hingga 40 persen dalam beberapa waktu terakhir.

"Sepi, karena jalannya kan ditutup, jadi orang yang biasanya beli tidak bisa langsung lewat jalan sini," jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, kemarin (18/1).

Dia mengaku, di hari biasa saat belum  ditutup dia bisa meraup untung hingga Rp 2,5 juta. Namun dalam tiga hari terakhir usai ditutup, rata-rata yang dia kantongi sekira Rp 1 juta.

"Karena pembeli repot kalau harus muter-muter. Seperti pembeli di Banyuanyar, mereka sulit beli ke sini, akhirnya sebagian pindah beli ke Pasar Nusukan," keluhnya.

Terlebih, sejak pindah ke pasar darurat pendapatan Ngadinem memang terus mengalami penurunan.

Bahkan beberapa lapak pedagang di sebelahnya tak sedikit yang tutup, akibat keadaan pasar yang sepi.

"Apalagi disini kalau hujan sering bocor. Harapannya segera selesai pembangunannya," sambungnya.

Sri Rahayu, pedagang lainnya juga mengeluh serupa.  "Sebenarnya sejak ditutup akses ini makin sepi, kalau sebelumnya sempat ramai," terangnya.

Senada dengan itu, Wagiman pedagang warung kelontong menyebut pendapatannya bisa terjun hingga 60 persen.

Meski saat memasok barang jualannya dia merasa tak terlalu kesulitan, namun intensitas pembelinya semakin sedikit.

"Ndak tahu ditutup sampai kapan, tidak dikasih tahu. Tapi harapannya segera selesai, biar kami segera pindah juga," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo  Heru Sunardi mengatakan, tengah berupaya agar perpindahan para pedagang pasar darurat Joglo bisa segera dilakukan.  

Dia mengakui sudah memperjuangkan supaya pekerjaan yang berada di atas Pasar Darurat Joglo pekerjaannya ditunda paling belakang atau prioritas pekerjaan lain diselesaikan dulu baru.

Selain itu dia juga meminta agar pedagang bersabar dengan kondisi ini. karena menurutnya meskipun ditutup, masyarakat sekitarnya tetap bisa berbelanja disana. (ul/nik/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#omzet #underpass #joglo #darurat #solo #pasar