Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ada yang Masih Nekat Terobos Jalan Ki Mangun Sarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda yang Ditutup, Ini Tindakan Dishub Kota Solo

Silvester Kurniawan • Kamis, 18 Januari 2024 | 02:18 WIB
SEMENTARA: Kepadatan arus lalu lintas terjadi di jalan alternatif dan sekitar Joglo setelah Jalan Ki Mangun Sarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda, kemarin.   (M IHSAN/RADAR SOLO)
SEMENTARA: Kepadatan arus lalu lintas terjadi di jalan alternatif dan sekitar Joglo setelah Jalan Ki Mangun Sarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda, kemarin. (M IHSAN/RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM – Senin (15/1) menjadi hari pertama penutupan sebagaian ruas jalan Ki Mangun Sarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda.

Penutupan ini sendiri dimaksudkan untuk menunjang pengerjaan tahap kedua Underpass Joglo.

Kendati demikian, masih dijumpai kendaraan yang nekat melintas di hari pertama penutupan jalan ini.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo pun langsung bertindak dengan sigap meminta kendaraan yang nekat itu untuk putar arah.

Hal ini membuat kepadatan terjadi di jalan alternatif sekitar lokasi, meskipun tidak sampai terjadi kemacetan parah.

Disebutkan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo Ari Wibowo, potensi kemacetan ada di pagi dan sore hari saat jam kerja.

Namun, dari pantauan hari pertama penutupan dua ruas jalan itu tidak sampai menimbulkan lalu lintas yang terlampau padat.

“Kepadatan pada jam dan pulang kerja juga lebih terkendali dari pada saat penutupan Simpang Joglo sebelumya."

"Masyarakat sepertinya sudah mulai membaca peta dan situasi manajemen dan rekayasa lalu lintas yang sudah kita sosialisasikan sejak jauh hari,” hemat dia, Selasa (16/1).

Catatan yang didapat dari penutupan hari pertama ini adalah arus kendaraan regional dari luar wilayah menuju Solo sedari awal langsung dialihkan untuk melintas via tol tanpa masuk ke pusat kota.

Ini dilakukan mengingat adanya satu dua armada bus besar yang pada penutupan hari pertama ini terpaksa diputar arah karena terlanjur masuk ke pusat kota.

"PR (pekerjaan rumah) kami tinggal masyarakat regional (antar kota, Red) agar tidak melintas di lokasi penutupan," lanjutnya.

"Termasuk kendaraan berat atau bus besar agar langsung melintas via tol,” papar Ari. (ves/rei)

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Rifeld Constantien Baba menunjukkan pompa penyedot dari tangka mobilnya untuk dituangkan ke dalam jerigen yang dibawa.
Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Rifeld Constantien Baba menunjukkan pompa penyedot dari tangka mobilnya untuk dituangkan ke dalam jerigen yang dibawa.
SHARING: Profesor Gunadi memberikan sambutan pembuka sebelum materi dimulai di Pendapa SMPN 1 Banyuwangi, Rabu (17/1).
SHARING: Profesor Gunadi memberikan sambutan pembuka sebelum materi dimulai di Pendapa SMPN 1 Banyuwangi, Rabu (17/1).
BERKUNJUNG: Profesor Gunadi bersama Tim Organisasi ALMI berfoto bersama kasek, guru, dan siswa kelas 9 SMPN 1 Banyuwangi.
BERKUNJUNG: Profesor Gunadi bersama Tim Organisasi ALMI berfoto bersama kasek, guru, dan siswa kelas 9 SMPN 1 Banyuwangi.
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Underpass Joglo #jalan #penutupan #solo