SOLOBALAPAN.COM – Senin (15/1) menjadi hari pertama penutupan sebagaian ruas jalan Ki Mangun Sarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda.
Penutupan ini sendiri dimaksudkan untuk menunjang pengerjaan tahap kedua Underpass Joglo.
Kendati demikian, masih dijumpai kendaraan yang nekat melintas di hari pertama penutupan jalan ini.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo pun langsung bertindak dengan sigap meminta kendaraan yang nekat itu untuk putar arah.
Hal ini membuat kepadatan terjadi di jalan alternatif sekitar lokasi, meskipun tidak sampai terjadi kemacetan parah.
Disebutkan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo Ari Wibowo, potensi kemacetan ada di pagi dan sore hari saat jam kerja.
Namun, dari pantauan hari pertama penutupan dua ruas jalan itu tidak sampai menimbulkan lalu lintas yang terlampau padat.
“Kepadatan pada jam dan pulang kerja juga lebih terkendali dari pada saat penutupan Simpang Joglo sebelumya."
"Masyarakat sepertinya sudah mulai membaca peta dan situasi manajemen dan rekayasa lalu lintas yang sudah kita sosialisasikan sejak jauh hari,” hemat dia, Selasa (16/1).
Catatan yang didapat dari penutupan hari pertama ini adalah arus kendaraan regional dari luar wilayah menuju Solo sedari awal langsung dialihkan untuk melintas via tol tanpa masuk ke pusat kota.
Ini dilakukan mengingat adanya satu dua armada bus besar yang pada penutupan hari pertama ini terpaksa diputar arah karena terlanjur masuk ke pusat kota.
"PR (pekerjaan rumah) kami tinggal masyarakat regional (antar kota, Red) agar tidak melintas di lokasi penutupan," lanjutnya.
"Termasuk kendaraan berat atau bus besar agar langsung melintas via tol,” papar Ari. (ves/rei)