Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Akibat Cuaca Ekstrem, Klaten Bersihkan Bambu dan Sungai Batur Guna Mencegah Banjir

Angga Purenda • Rabu, 10 Januari 2024 | 18:46 WIB
KERJA KERAS: Warga bersama TNI dan relawan BBWSBS membersihkan rumpun bambu yang tumbang di Sungai Batur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Senin (8/1)
KERJA KERAS: Warga bersama TNI dan relawan BBWSBS membersihkan rumpun bambu yang tumbang di Sungai Batur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Senin (8/1)

 

SOLOBALAPAN.COM – Seiring dengan tingginya intensitas hujan, sebabkan beberapa tempat di Klaten berpotensi banjir. Maka dari itu dilakukan berbgai upaya untuk mencegahnya.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan membersihkan rumpun bambu di sungai Batur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Senin 8 Januari 2024.

Warga bersama Koramil Ceper, relawan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo gotong-royong membersihkan aliran sungai tersebut. Mereka membersihkan sampah hingga rumpun bambu berukuran besar yang berpotensi menghambat aliran sungai.

”Tumbangnya rumpun bambu ini disebabkan karena tanah yang terkikis oleh air sungai. Soalnya intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Jadi sekumpulan rumpun pohon bambu menutup aliran sungai,” ujar Babinsa Desa Tegalrejo, Sertu Eko Samas, Selasa (9/1).

Eko menjelaskan, satu per satu pohon bambu yang tumbang dipotong. ”Kemudian kami naikan dan ditaruh di tempat yang aman,” jelas Eko.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, beberapa hari kedepan tetap berpotensi hujan. Maka itu sesuai surat edaran yang dikeluarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten untuk mewaspadai bencana hidrometerologi.

”Untuk pohon-pohon yang sudah tinggi kami minta dipotong. Begitu juga baliho-baliho yang sudah aus untuk diperbaiki. Soalnya potensi hujan dan angin kencang masih terjadi,” ujar Syahruna.

Syahruna menjelaskan, kondisi hujan disertai angin kencang masih terjadi hingga Februari mendatang. Maka itu per 22 Desember 2023, Bupati Klaten Sri Mulyani sudah mengeluarkan surat yang menetapkan Klaten berstatus siaga darurat bencana hidrometerologi.

Syahruna juga menjelaskan bahwa saat ini masih terjadi cuaca ekstrem yang disebutkan puncaknya nanti pada bulan februari.

Maka dari itu dirinya menghimbau agar tidak ada yang parkir dibawah pohon guna menghindari adanya pohon tumbang akibat hujan dan angin. (ren/adi/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Ekstrem #cuaca #klaten #banjir