Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jenguk Korban Penganiayaan Oknum TNI, Ganjar dan Atikoh Minta Agar Pendukungnya Tidak Terpancing dan Tetap Tertib

Ragil Listiyo • Senin, 1 Januari 2024 | 15:54 WIB
Ganjar dan Atikoh Jenguk Korban Penganiayaan Oknum TNI
Ganjar dan Atikoh Jenguk Korban Penganiayaan Oknum TNI

SOLOBALAPAN.COM - Ganjar Pranowo didampingi Ibu Atikoh menjenguk dua orang korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI di RS Pandan Arang pada Minggu, 31 Desember 2023.

Saat menjenguk korban, Ganjar Pranowo dan Istri nampak menangis saat melihat kondisi korban tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar Pranowo meminta agar pendukungnya tidak terpancing dan tetap tertib, hal ini menjadi salah satu bentuk pertangung jawaban kepada pendukungnya.

Ganjar ditenami sang istri, Siti Atikoh tiba sekira pukul 21.14. Terlihat pula, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jawa Tengah Agustina Wilujeng Pramestuti.

Dilanjut dengan kedatangan sejumlah tokoh elit DPC PDIP Boyolali seperti Seno Kusumoarjo, Susetya Kusuma D.H, Marsono, M. Said Hidayat, Wahyu Irawan dan anggota DPRD Fraksi PDIP.

Mereka langsung naik ke lantai tiga bangsal paviliun untuk menjenguk Slamet Andono,26, dan Arif Diva Ramandani,20, yang masih menjalani perawatan.

Ganjar sempat berbincang dengan Slamet, perihal kejadian nahas yang menimpa warga Kecamatan Cepogo itu.

Setelah itu, dia juga menjenguk Diva, pemuda yang masih terbaring di kasur. Tak kuasa melihat kondisi Diva yang belum bisa diajak berkomunikasi, Atikoh keluar dari kamar.

Dia menutup mukanya, terlihat menitikan air mata dan mengusapnya dengan tisu. Atikoh memilih menunggu di luar ruangan sampai kunjungan usai.

"Gak tega aja, dengar ceritanya gak tega," singkat Atikoh.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menerangkan, ada rujuh anak yang menjadi korban penganiayaan itu. Dua diantaranya masih menjalani perawatan.

Saat menjenguk para korban, hanya satu yang bisa diajak berkomunikasi. Sedangkan kondisi korban Diva masih tertidur dengan kondisi wajah yang masih bengkak.

"Pemeriksaan dokter sudah baik, bagus ya. Tidak ada gegar otak, tulangnya bagus, hanya memar-memar saja dan parah gigi dan sebagainya, itu kondisinya," jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Ganjar sempat berbincang dengan korban Slamet. Di mana saat itu, korban sedang berhenti di lampu merah dan tiba-tiba mendapat pemukulan.

Aksi penganiayaan terjadi di luar maupun di dalam markas Kompi B Yonif Raider 408 Suhbrastha.

"Jadi tidak ada cerita. Kalau ada penjelasan lainnya rasa-rasanya harus ada pengadilan biar penjelasannya tidak teng blasur (Simpang siur,Red). Semuanya sama. Yang kedua tadi kita juga tidak tahu ceritanya seperti apa. Karena saya tidak sempat bicara. Tetapi, yang pertama tadi menceritakan setelah itu dia ditarik ke dalam. Dipukuli orang berseragam (Oknum TNI,Red)," katanya.

Ganjar menerangkan, kejadian ini harus menjadi peringatan. Jika ada yang melanggar aturan, lebih baik diserahkan kepada aparat yang berwenang. Sehingga tidak terjadi lagi tindakan main hakim sendiri.

"Siapa pun tidak boleh mengatasnamakan apa pun dengan semena-semena. Kami akan urus itu dan kami komunikasi dengan teman-teman di Jakarta juga sudah bicara dengan Pak Panglima TNI dan Pak Kasad. Saya sudah komunikasi dengan Pak Pangdam. Dan sambutannya baik tadi, ada tim dari saya untuk bisa dikomunikasikan terus-menerus mengenai perkembangannya. Dan kami akan ikuti terus," tegasnya.

"Kami juga akan mengingatkan pendukung kami agar mereka juga tertib untuk tidak memancing kemarahan. Karena, sebelumnya terjadi juga kejadian di Jogjakarta, ada yang meninggal. Jadi cerita-cerita ini harus dijadikan contoh agar tidak terus terulang lagi," imbuhnya.

Dia menambahkan, bahwa salah satu korban merupakan yatim piatu. Sehingga keluarganya pasrah. Dia pesankan agar korban tetap dirawat. Biaya pengobatan korban akan dikaver oleh DPC PDIP Boyolali.

Lalu ditanya soal geber-geber motor yang diduga jadi pemicu penganiayaan oleh 15 oknum TNI itu, Ganjar tak menampik. Dia juga membantah jika sebelumnya sudah diingatkan oleh oknum TNI itu, hingga akhirnya terjadi insiden penganiayaan.

"Nggak ada itu. Jadi itu cerita lewat saja. Dia berhenti dipukul, gitu aja. Tanpa peringatan. Tidak ada komunikasi sebelumnya karena saya ikuti ceritanya katanya peringatan. Tidak ada itu. Kalau dari korban nggak ada. Jadi saya ingin luruskan agar tisak bengkok-bengkok. Saya kira hanya pengadilan yang bisa putuskan dengan baik. Agar menjadi peringatan utk kita semua," ujarnya.

Sebagai bentuk pertanggung jawabannya, Ganjar meminta agar pendukungnya tetapp tertib dan menaati seluruh aturan yang telah dibuat. (rgl/nda)

Photo
Photo
Photo
Photo
SAPA PEDAGANG: Lucky Perdana (kanan) saat membeli makanan di stand senam dan jalan sehat bersama, Minggu (31/12)
SAPA PEDAGANG: Lucky Perdana (kanan) saat membeli makanan di stand senam dan jalan sehat bersama, Minggu (31/12)
Editor : Nindia Aprilia
#tni #penganiayaan #ATIKOH #ganjar pranowo