Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lahirnya Pasar-Pasar Tradisional di Kota Solo Diawali dari Sini

Tri wahyu Cahyono • Senin, 1 Januari 2024 | 17:00 WIB
Bangunan Pasar Gede, Kota Solo yang dipotret pada 1930.
Bangunan Pasar Gede, Kota Solo yang dipotret pada 1930.

SOLOBALAPAN.COM- Pasar ini disebut menjadi pusat perdagangan terbesar di Kota Solo. Mulai dirintis pada masa pemerintahan Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) III, sekira 1780-1790.

“Pada masa itu, pembesar Keraton Kasunanan mulai memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat perdagangan,” ujar Radjiman, pengamat sejarah Kota Solo kepada solobalapan.com.

Lokasi pasar dipilih yang berdekatan dengan Kali Pepe agar memudahkan transportasi perdagangan.

Di masa itu, kata Radjiman, kapal menjadi alat angkut perdagangan yang utama. “Dahulu Kali Pepe cukup lebar untuk dilintasi kapal kecil. Ada pelabuhannya,” jelas Radjiman.

Pembangunan pasar tersebut menemui beberapa kendala. Akibat perang dan sebagainya. Hingga akhirnya pasar ini mulai tampak wujudnya dan agak ramai pada masa pemerintahan PB VII.

Menjadi pusat perdagangan di Kota Solo. Diberi nama Pasar Bangun Harjo. Pedagang-pedagang dari Cina pun berdatangan.

Berlanjut hingga masa PB IX, perdagangan di Pasar Bangun Harjo semakin ramai. Bangunannya pun semakin cantik.

Di akhir masa pemerintahan PB IX dan berganti ke PB X, nama Pasar Bangun Harjo ditambah menjadi Pasar Gede Bangun Harjo.

Kini masyarakat mengenalnya dengan Pasar Gede. Setelah itu, tumbuh pasar-pasar lain di Kota Solo.

“Namanya disesuaikan dengan kapan pasar itu ‘hidup’ (perdagangan ramai). Seperti Pasar Pon, Pasar Wage, Pasar Kliwon, Pasar Pahing, dan Pasar Legi,” terang Radjiman.

“Pasar Wage itu sekarang jadi Pasar Jongke, Pasar jongke, Pasar Pahing itu Pasar Nongko. Pusatnya Pasar Gede,” imbuh mantan dosen sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) itu. (wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#paku buwono III #pasar bangun harjo #sejarah pasar gede kota solo #Pusat perdagangan