SOLOBALAPAN.COM – Belakangan tengah viral video yang memperlihatkan sekumpulan anjing yang diduga hendak menjadi bahan konsumsi.
Si pengunggah video menyebutkan bahwa dia menemui truk tersebut di Tol Cipali menuju arah Semarang.
Orang yang mengunggah video di media sosial itu berasumsi truk hendak ke arah Solo.
Setelah dibuntuti, truk keluar dari exit tol Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Hal ini juga yang diterangkan oleh Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono.
“Dari exit tol Gondangrejo, pelapor berinisial K, warga Bogor, Jawa Barat ini mencari informasi kalau truk masuk wilayah Sragen," ujar Wikan.
"Pelapor berupaya mencari dan tidak mendapat sesuai yang diinginkan lalu membuat pengaduan ke Polres Sragen,” katanya.
Setelah ada aduan tersebut, polres ke wilayah yang disebutkan oleh pengadu.
Bersama pengadu, jajaran Polres Sragen mendatangi tempat yang dicurigai, namun tidak seperti yang diharapkan.
Lantas polisi secara terpisah mencari tempat lain yang dimungkinkan menjadi penampungan atau tempat jagal anjing.
”Sampai detik ini belum ada lokasi yang dimaksud tempat jagal anjing di wilayah Sragen," katanya.
Kemudian polisi menggarisbawahi bahwa pengadu kehilangan jejak truk itu di exit tol Gondangrejo.
Truk itu sendiri belum bisa dipastikan truk masuk ke wilayah Sragen.
Pasalnya, banyak akses selain ke arah Sragen yang membuat jejak dari truk itu sulit terendus.
”Karena bisa lanjut ke luar Sragen. Bisa jadi ke Grobogan, Karanganyar, Solo juga bisa. Jadi Exit Tol Gondangrejo tidak mesti masuk wilayah Sragen,” terangnya.
Ditambah lagi, terungkap fakta bahwa dari hasil penelusuran, plat nomor truk yakni AD 811 E itu dipastikan palsu.
Meski belum ada petunjuk, masih dilakukan upaya penyelidikan.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KPPP) Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari memberikan penegasan.
Dikatakan, pihaknya juga sudah menerjunkan tim ke lokasi yang disebut-sebut menjadi tempat penjagalan anjing-anjing itu.
Namun timnya belum menemukan tempat jagal yang dimaksud.
Selain itu, di sekitar Sragen juga tidak ada warung masakan daging anjing yang buka. (din/rei)